Situbondo Longsor, Puluhan Rumah di Probolinggo Banjir

Kampung Suco RT 002/RW 002, Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo mngalami kerusakan setelah terjadi tanah longsor dihantam hujan dan angin Sabtu (31/10). [sawawi]

BPBD dan Kecamatan Lakukan Upaya Pemulihan
Situbondo, Bhirawa
Hujan deras di Kabupaten Situbondo dan Kabupaten Probolinggo Sabtu (31/10) membuat Kampung Suco Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo longsor dan 45 rumah di Kecamatan Gending, Kabupaten Probolinggo terendam banjir akibat luapan air sungai.
Selain tanah longsor, hujan disertai angin kencang juga membuat pohon tumbang, seperti di Jalan PB Sudirman Lingkungan Karangasem Kelurahan Patokan Kecamatan Kota Situbondo.
Koordinator Pusdalop BPBD Kabupaten Situbondo, Puriyono, mengatakan, Sabtu (31/10) pukul 16.00 WIB ada kejadian tanah longsor di Kampung Suco RT 002/RW 002 Desa Pategalan, Kecamatan Jatibanteng, Situbondo.
Sekitar pukul 14.00 WIB di lokasi kejadian turun hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang. “Baru sekitar pukul 16.00 WIB terjadi tanah longsor di lokasi. Sebuah pagar tembok SDN 1 Pategalan ikut rusak,” Jelas Puriyono atau yang akrab dsiapa Ipung itu, Minggu (1/11).
Kerusakan lain juga menimpa sebuah mushollah milik Iyyas (63) serta satu buah antena parabola milik Zizah (38). Kemudian sebuah pagar tembok sepanjang 13 meter ikut roboh dibawa tanah longsor. “Namun setelah kami data tidak ditemukan adanya korban jiwa, korban luka maupun korban ringan. Usai kejadian kondisi kini sudah aman terkendali,” jelas Ipung.
Pihak BPBD dan Kecamatan Jatibanteng segera melakukan pemulihan di lokasi kejadian. Selain itu, pihaknya bersama jajaran intansi terkait melakukan peninjauan disekitar lokasi kejadian dan Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo melakukan koordinasi dengan perangkat Desa, Kecamatan, Koramil, Mapolsek dan para relawan. “Kami (Pusdalops BPBD Kabupaten Situbondo) juga melakukan assesment (kaji cepat lokasi),” ujar Ipung.
Disisi lain, Camat Jatibanteng Wira Mukti membenarkan adanya kejadian tanah longsor di wilayah kerjanya Sabtu (31/10) kemarin. “Dari data sementara, angka kerugian dari bencana tanah longsor ditaksir sebesar Rp 30 juta,” katanya.
Sementara itu di Kabupaten Probolinggo 45 rumah terendam banjir akibat luapan air sungai setelah diguyur hujan selama 5 jam. Hingga berita ini diturunkan luapan air dari sungai sudah surut. Banjir juga merendam Jl. Raya Sebaung, penghubung tiga kecamatan. Yakni Kecamatan Gending, Banyuanyar, dan Kecamatan Tiris.
Yuni, warga sekaligus mantan Kepala Desa Gending, Minggu (1/11) mengungkapkan, selama 17 tahun tinggal di Desa Gending, baru kali ini mengalami banjir. Sungai meluap karena tidak bisa menampung air hujan dari dataran tinggi. Arus lalu lintas di Jalan Raya Sebaung terputus. “Hujan terlalu lama membuat air sungai meluap, dan sebabkan kurang lebih 45 rumah terendam banjir. Sejak 17 tahun tinggal di Desa Gending, baru kali ini banjir,” kata Yuni.
“Banjir juga merendam Jalan Raya Sebaung. Tidak bisa dilintasi warga dari 3 kecamatan,” imbuhnya.
Wilayah pertigaan jalan Pantura Gending ke selatan mengalami banjir hingga ketinggian sekitar 1 meter. Di wilayah ini, air mulai masuk ke rumah warga sejak pukul 17.40 WIB. “Sebelum Magrib, air sudah masuk ke rumah dan terus meninggi. Banjirnya sampai pinggang orang dewasa, ya semeteran dan. Sampai sekarang belum reda,” kata Syamsudin, warga setempat.
Petugas BPBD Kabupaten Probolinggo, memantau debit air di lokasi. Tak hanya itu, 5 regu dari petugas gabungan dari Polres Probolinggo, turun ke lokasi banjir. Petugas TNI melakukan evakuasi dan dan berjaga-jaga.
Kasat Sabhara Iptu Ahmad Jayadi mengatakan dari laporan sementara perangkat Desa Gending, sebanyak 45 rumah terendam banjir. Saat ini masih dilakukan evakuasi warga yang menjadi korban. “Tim gabungan dibantu TNI dari Koramil Gending, melakukan pemantauan ke lokasi dan cek rumah warga terendam banjir, dan membantu menyelamatkan harta benda ke tempat yang lebih aman, untuk mengantisipasi tindak kejahatan,” jelas Iptu Jayadi.
Untuk pengamanan arus lalu lintas, Satlantas Polres Probolinggo fokus melakukan pengaturan lalu lintas di perempatan menuju 4 kecamatan, Kecamatan Banyuanyar, Tiris, Tegal Siwalan dan Maron, juga mengatur arus kendaraan di jalur pantura Gending Probolinggo menuju Situbondo, saat libur panjang untuk mengantisipasi kemacetan. [awi.wap]

Tags: