Skema Ganti Rugi Lumpur Lapindo Suram

Karikatur lapindoPemprov Jatim, Bhirawa
Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, belum menerima skema rinci pembayaran ganti rugi korban luapan lumpur Lapindo dari Pemerintah Pusat. Padahal, pembayaran sisa ganti rugi sebesar Rp781 miliar akan tuntas di awal 2015.
“Saya mohon awal tahun 2015 sisa ganti rugi sebesar 20 persen atau setara dengan Rp781 miliar segera diselesaikan oleh pemerintah. Nanti saat ketemu Presiden akan sampaikan permintaan itu,” kata Bupati Sidoarjo, H Saiful Illah, ditemui disela-sela acara Launching Program Jalin Matra, di Gedung Negara Grahadi, Selasa (16/12).
Saiful juga mengatakan, permintaan agar ganti rugi diambil alih oleh pemerintah merupakan usulan dari Pemkab Sidoarjo dan Pemprov Jatim. Kondisi ini dilakukan karena perusahaan milik Aburizal Bakrie itu sudah tak sanggup membayar.
“Pemerintah memang harus mengambil alih, karena jika diserahkan ke PT Lapindo hanya janji-janji saja. Pak Andi (Andi Darussalam Tabussa-Dirut PT Minarak Lapindo Jaya) sudah menyatakan tidak sanggup lagi membayar ganti rugi,” jelasnya.
Selanjutnya, terkait persoalan ganti rugi ini, dalam waktu dekat Bupati Sidoarjo bersama Gubernur Jatim akan menemui Presiden Jokowi. Sementara saat ini, pihaknya berkonsentrasi terhadap tanggul-tanggul lumpur Lapindo yang rawan.
Salah satunya adalah bekerjasama dengan pihak kepolisian untuk mengawal BPLS (Badan Penanggulangan Lumpur Sidoarjo) untuk memperbaiki tanggul. Sebab, sejak bulan Mei lalu tanggul-tanggul itu tidak dilakukan perbaikan.
“Kali ini harus diperbaiki. BPLS dengan pengawalan polisi memperbaiki tanggul. Termasuk beberapa tanggul yang dikuasai warga harus diperbaiki. Jika akan berbahaya karena saat ini musim penghujan bisa meluber kemana-mana,” jelasnya.
Saiful juga mengatakan, pasca pembayaran ganti rugi, pihaknya juga menyerahkan kepada pemerintah pusat terkait persoalan tanggul lumpur Lapindo. Jika pemerintah pusat menunjuk lembaga lain, katanya, itu kewenangan pemerintah pusat. ‘Yang terpenting saat ini pengelolaan agar lumpur tidak meluber saat musim penghujan,” pungkasnya. [iib]

Rate this article!
Tags: