SKK Migas Beri Pelatihan Warga Biogas

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Sumenep, Bhirawa
Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Wilayah Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara (Jabanusa) meminta warga Pulau Sapudi, Kabupaten Sumenep, memaksimalkan pelatihan biogas yang dilaksanakan salah satu mitra kerjanya.
Staf Humas SKK Migas Jabanusa, Ami Hermawati, Kamis, menjelaskan, pihaknya mengapresiasi positif pelatihan biogas dan pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan di Pulau Sapudi yang digagas salah satu perusahaan nasional yang melakukan eksplorasi migas di Sumenep, yakni Husky-Cnooc Madura Limited (“HCML”).
“Pelatihan yang dilakukan HCML yang merupakan salah satu mitra kerja SKK Migas Jabanusa itu sangat tepat, karena berbasis potensi lokal di Pulau Sapudi. Kami berharap warga Pulau Sapudi memaksimalkan pelatihan dengan cara menerapkan semua materi pelatihan alias jangan hanya ikut pelatihan,” ujarnya di Sumenep, Jawa Timur, Kamis (13/11).
Pada Kamis ini, Ami bersama rombongan dari HCML dan Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya berada di Balai Desa Pancor, Kecamatan Gayam, Pulau Sapudi, untuk menghadiri pembukaan sekaligus memantau pelatihan biogas dan pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan bagi warga setempat.
“Informasi yang kami terima, populasi sapi di Pulau Sapudi itu terbanyak di Sumenep dan sebagian warganya adalah nelayan. Dalam konteks itu, pelatihan yang digagas mitra kerja SKK Migas tersebut merupakan kegiatan yang tepat dan berbasis potensi lokal,” kata Ami, menambahkan.
Ia menjelaskan, pihaknya berkewajiban untuk memastikan program pendukung operasi (PPO) yang digagas oleh mitra kerjanya, seperti yang dilakukan oleh HCML di Pulau Sapudi, direalisasikan dan tepat sasaran.
“Setiap PPO mitra kerja SKK Migas itu harus bermanfaat bagi warga. Kalau kegiatannya bernuansa ekonomi kreatif tentunya diharapkan bisa membuat warga memiliki usaha ekonomi kreatif dan selanjutnya membuat mereka memiliki mata pencaharian baru,” ucapnya.
Ami juga berharap pemerintah daerah bisa menindaklanjuti PPO yang digagas mitra kerja SKK Migas supaya ada sinergi dalam rangka meningkatkan taraf kesejahteraan warga.
Selama tiga hari sejak Kamis ini hingga Sabtu (15/11), HCML dan SKK Migas yang bekerja sama dengan LPPM ITS Surabaya menggelar pelatihan biogas (mengolah kotoran sapi menjadi energi alternatif biogas) dan pelatihan pengawetan dan pengalengan ikan bagi 30 warga Desa Campor. Saat ini, HCML melakukan eksplorasi migas di wilayah perairan Kepulauan Sapudi dan Raas, Sumenep. [sul,ant]

Rate this article!
Tags: