SKPD Pemkab Bojonegoro Diminta Antisipasi Kemarau Basah

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Bojonegoro, Bhirawa
Pemkab Kabupaten Bojonegoro meminta seluruh Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) mengantisipasi kemarau basah dengan menyesuaikan programnya masing-masing karena masih terjadi hujan pada Juli-September.
“Pemkab meminta seluruh SKPD menyesuaikan programnya masing-masing terkait musim kemarau yang masih terjadi hujan,” kata Kasi Sarana dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Bojonegoro MZ Budi Mulyono, Selasa (12/7).
Ia memberikan contoh Dinas Pertanian bisa menyesuaikan programnya terkait luas tanaman padi karena musim kemarau tahun ini hujan masih turun yang berpeluang bisa dimanfaatkan mengairi tanaman padi.
“SKPD lainnya juga bisa menyesuaikan programnya masing-masing dengan memperhitungkan hujan masih turun selama musim kemarau,” ucapnya.
Lebih lanjut ia menjelaskan pemkab telah menerima laporan dari Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Karangploso Malang terkait prakiraan cuaca di wilayah Jawa Timur termasuk Bojonegoro.
Berdasarkan laporan BMKG Karangploso Malang itu pemkab kemudian membuat kesimpulan terkait hujan selama Juli-September.
“Surat yang berisi kesimpulan prakiraan BMKG terkait hujan yang masih turun selama musim kemarau segera kami kirim keseluruh SKPD,” tandasnya.
Sesuai prakiraan BMKG, katanya, hujan selama Juli dan Agustus berkisar 21-50 mm dan September berkisar 101-150 mm. Sifat hujan Juli, lanjut dia, sebagian besar atas normal berkisar 151-299 persen, Agustus atas normal berkisar 116-150 opersen dan September atas normal di atas 201 persen.
Kasi Pencegahan dan kesiapsigaan BBPD Bojonegoro Sukirno menyatakan kewaspadaan menghadapi bencana tetap dilakukan, apalagi tahun ini ada anomali terkait prakiraan cuaca selama musim kemarau.
Kewaspadaan, lanjut di, tidak hanya menghadapi kemungkinan terjadinya banjir bandang, tapi juga tanah longsor, angin kencang, juga petir. “Kewaspadaan menghadapi ancaman banjir tetap kita lakukan, meskipun sekarang ini musim kemarau,” ucapnya.
Kasi Pengelolaan Pemanfaatan Sumber Air Dinas Pengairan Bojonegoro Dodi Sigit Wijaya, mengaku akan melakukan evaluasi pemanfaatan air Waduk Pacal di Kecamatan Temayang pada musim kemarau tahun ini yang airnya masih maksimal. “Sisa air di Waduk Pacal di musim kemarau hanya sedikit sehingga hanya cukup untuk mengairi tanaman palawija. Karena stok air sekarang masih maksimal kemungkian bisa dimanfatakan untuk tanaman padi,” paparnya. [bas]

Tags: