SMA Antartika Menilai Karya Tulis Siswa Melalui Debat Terbuka

Tim karya tulis dari kelas XI IPS 2 sedang memperagakan hasil observasinya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sidoarjo memberikan apresiasi luar biasa pada program karya tulis ilmiah, yang dilaksanakan tim observasi siswa SMA Antartika Sidoarjo. Menariknya, dua karya tulis terbaik penilaiannya dibedah dalam Debat Terbuka.
Sekretaris Dikbud Sidoarjo, Dr Tirto Adi M Pd saat menjadi tim penilai mengatakan, pihak sangat mengapresiasi yang luar biasa, hasil karya tulis ilmiah siswa SMA Antartika Sidoarjo ini. Hasil observasi karya tulisnya, sangat ilmiah, dan karya ini dilakukan dengan benar sehingga keasliannya sangat kelihatan.
Tirto juga menjelaskan, sebelum dilakukan proses penilaian, pihak sekolah telah melakukan seleksi terhadap puluhan kelompok siswa yang telah melakukan observasi dan membuat karya tulis. Sehingga hasilnya tinggal dua kelompok karya tulis, yakni Budidaya Kangkung/Ipomea Aquatica Dengan Hidroponik Wick System tim dari kelas XI MIPA 7 dan karya tulis Kefir Sebagai Hasil Olahan Susu Ternak Sapi oleh tim dari kelas XI IPS 2.
Dua karya siswa terbaik itu telah dibedah pihak sekolah dengan tema Debat Terbuka Karya Tulis Hasil Observasi Program MIPA dan Progam IPS, dengan menghadirkan Sekretaris Dikbud Sidoarjo sebagai penilai, serta menghadirkan beberapa siswa terpilih untuk membedah karya itu.
Tirto Adi yang didampingi Kepala SMA Antartika, Drs Sukarno MPd menambahkan, karya siswa ini sangat ilmiah, hanya tinggal menyempurnakan saja. Diantaranya dalam pengambilan referensi sumber rujukan juga harus jelas. Hingga kini referensi yang masih terjamin keasliannya adalah buku, karena disitu sangat jelas penulisnya dan penerbitnya.
Menurut Sukarno, membuat karya tulis yang bagus dan benar itu harus APIK yakni Asli, Penting, Ilmiah dan Konsisten. ”Maka saya meminta kegiatan seperti ini harus dipelihara, harus dilestarikan dan ditradisikan secara konsisten. Semoga para siswa SMA Antartika bisa menjadi penulis yang luar biasa,” pinta Tirto Adi.
Sukarno menegaskan, pihaknya melakukan kegiatan karya tulis untuk siswa sudah lama. Namun baru kali ini untuk dibedah secara bersama dengan menghadirkan penilai yang sangat mumpuni di bidangnya. ”Jadi program penilaiannya juga sudah cukup lama, karena programnya juga sudah berjalan dengan baik,” jelas Sukarno. [ach]

Tags: