Smamita Hadirkan Dua Pakar Numerasi dan Literasi Unesa

Dosen Unesa Endah Budi Rahayu sedang memberikan arahan pada guru tentang AKM. [achmad suprayogi]

Berikan Pelatihan Para Guru Menyusun Soal-soal Ujian
Sidoarjo, Bhirawa
Dalam penyusunan dan penyelesaian soal – soal ujian satuan pendidikan sesuai standar dan berlevel berat. SMA Muhammadiyah 1 Taman (Smamita) Sidoarjo menghadirkan dua pakar Numerasi dan Literasi dari Unesa, yakni Dr Endah Budi Rahayu MPd dan Dr Syamsul Sodiq MPd.
Sebanyak 75 guru SMA dan SMK se Kecamatan Taman Sidoarjo mengikuti kegiatan yang dikemas dalam Bimtek Guru Belajar Seri Asesmen Kompetensi Minimum (AKM), di Gedung Lt III SMAMITA Sidoarjo, pada Kamis (18/2) kemarin.
Kendati AKM ini digelar dengan tatap muka, tetapi tetap menjalankan Protokol Kesehatan (Prokes) mulai mencuci tangan, jaga jarak, pemeriksaan suhu tubuh serta mengisi ruang kelas tidak lebih dari 50%.
“Kami sengaja mendatangkan dua pakar Numerasi dan Literasi Unesa untuk menyusun dan menyelesaikan soal – soal yang dianggap berat. Karena itu bisa menurunkan imun (kekebelan) tubuh siswa. Materi soal HOTS (Higher Order Thinking Skills) sebenarnya tidak ada yang berat tinggal teknik penyelesaiannya agar bisa dikerjakan siswa secara enjoy (nyaman),” jelas Kepala Smamita Sidoarjo, Zainal Arif Fakhrudi.
Zainal menjelaskan sejak ditiadakannnya Ujian Nasional (UN) bagi siswa kelas XII oleh Mendikbud, maka setiap tahun pula kami menggelar Bimtek AKM itu. Targetnya Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2021. Karena dengan kemampuan para guru meningkat dalam menyelesaikan soal – soal maka akan mempermudah peserta didik mengerjakan soal – soal.
Salah seorang panitia AKM Smamita, Bachtiar Adi Saputra yang juga Koordinator Pengembangan Pembelajaran menegaskan, jika pihaknya mendatangkan dua pakar dari Unesa itu lantaran sudah membidangi soal – soal ujian. Selain itu, keduanya juga berkecimpung mengenai soal – soal untuk SMA dan SMK tingkat tinggi.
“Keduanya memang ahli, pakar Numerasi dan Literasi. Makanya antusias pesertanya cukup tinggi,” katanya.
AKM merupakan media pembelajaran bagi para guru untuk meningkatkan kemampuan atau skillnya masing – masing, dan mumpuni di bidang mata pelajarannya yang diajarkan. Apalagi, AKM itu sifatnya wajib bagi setiap guru sejak dihapusnya UN.
“Program lanjutannya tetap tim kami yang memberikan pembinaan. Karena sebagai persiapan kewajiban menggantikan UN untuk siswa kelas XI. Juga pelatihan pendampingan diteruskan dan prakteknya membuat soal untuk diujikan di Penilaian Tengah Semester (PTS),” tandas Bachtiar. [ach]

Tags: