SMAN 1 Pujer Maksimalkan Model Pembelajaran Daring

Hamidah MPd, Kepala SMAN 1 Pujer Bondowoso (tengah) bersama guru saat mengikuti workshop penyusunan dokumen kurikulum model pembelajaran dimasa pendemi Covid-19. [sawawi]

Ajak Guru Ikuti Workshop Penyusunan Dokumen Kurikulum Dimasa Pandemi Covid-19
Bondowoso, Bhirawa
Sebaran virus korona hingga kini masih menjadi momok bagi upaya peningkatan pendidikan menengah yang berkualitas. Namun kondisi ini tidak dibiarkan oleh keluarga besar SMAN 1 Pujer Kabupaten Bondowoso. Sekolah yang kini dipimpin Hamidah MPd itu terus melakukan inovasi, salah satunya dengan mengadakan workshop penyusunan dokuman kurikulum pembelajaran dimasa pandemi Covid-19 mulai 23-30 Juli 2020. Agar tepat sasaran, workshop ini melibatkan seluruh guru SMAN 1 Pujer Bondowoso.
Kepala SMAN 1 Pujer, Hamidah MPd mengatakan, kegiatan workshop di fasilitatori oleh Kepala Cabang Dinas Pendidikan (Kacabdindik) Wilayah Bondowoso Drs H Sugiono Eksantoso MM dengan melibatkan pemateri dari kalangan pengawas. Mereka diantaranya, sebut mantan guru SMAN 1 Situbondo itu, Dr Tehno Anianto SPd dan Arif Wahyudi.
“Pelaksanaan in-nya di mulai 23-30 Juli 2020. Selebihnya merupakan kegiatan on-nya. Adapun tujuan kegiatan workshop ini untuk meningkatkan kompetensi guru, agar diera Covid 19 peserta didik yang mengikuti pembelajaran daring bisa terkesan. Selain itu guru bisa menciptakan model pembelajaran yang menarik, menyenangkan dan mudah untuk dipahami,” ujar Hamidah.
Masih kata Hamidah, workshop ini selain dapat memberikan kesan bagi siswa juga memberikan nilai tambah saat belajar dari rumah. Hamidah menyebut, dengan workshop ini guru tidak hanya sekedar menulis pesan singkat di WA untuk dibaca atau menyebarkan teks materi pelajaran atau mengerjakan tugas semata.
Guru dituntut untuk kreatif dan inovatif dalam menciptakan model pembejaran daring diera Covid 19. “Sehingga siswa bisa merespon dan bisa mengikuti bahwa daring dapat membantu siswa dalam memahami materi pembelajaran meski belajar dari rumah,” tegas Hamidah.
Hamidah menambahkan, penyelenggaraan workshop juga dimaksudkan guru bisa menyusun dokumen kurikulum sesuai dengan silabus dan RPP yang sudah disederhanakan, tentunya yang sesuai dengan situasi kondisi Covid 19 saat ini. Untuk itulah, sambung Hamidah, sistem pembelajaran daring (dalam jaringan) para guru selalu diminta bisa menyusun perangkat pembelajaran sesuai dengan acuan yang ada.
“Tak hanya mengadakan workshop, SMAN 1 Pujer, sebelumnya juga berkoordinasi dengan Cabdindik Wilayah Bondowoso agar guru dan tenaga kependidikan yang berdedikasi dan berkinerja amat baik diberi penghargaan (reward),” aku Hamidah.
Hamidah kembali menuturkan, guru berprestasi tersebut adalah Muharto SPd MMPd yang berhasil menjadi guru berdedikasi dan berkinerja amat baik dan Ely Susanti, tenaga kependidikan yang berdedikasi dan berkinerja amat baik di SMAN 1 Pujer. Dalam pandangan Hamidah, ia sangat mengapresiasi langkah dan gagasan yang dilakukan keduanya sehingga mampu menjadi yang terbaik di SMAN 1 Pujer.
“Alhamdulillah saya juga mendapatkan penghargaan serupa karena berhasil menulis kumpulan buku cerpen berjudul “Pinggiran Terminal 2020′. Ini harus diikuti semua guru SMAN 1 Pujer agar kedepan bisa juga menulis seperti yang saya lakukan,” pungkas Hamidah.

Sandang Double Track, Incar Menjadi Sekolah Rujukan
Agar menjadi sekolah berprestasi di Kota Tape Bondowoso, SMAN 1 Pujer tak hanya berupaya meningkatkan sektor SDM, melainkan juga berusaha menjadi sekolah rujukan di Kecamatan Pujer. Caranya, dengan menciptakan peningkatkan profesionalisme guru dan memberikan pelayanan terbaik kepada siswa. Selain itu, tenaga kependidikan (TU) diharapkan juga memberikan pelayanan terbaik kepada guru dan siswa. Sehingga program menjadi sekolah rujukan di Kecamatan Pujer bisa segera terwujud.
Muharto SPd MMPd menegaskan, dengan menjadi sekolah rujukan pihaknya bisa menjual produk unggulan yang bisa dipromosikan kepada masyarakat. Apalagi,urai Muharto, SMAN 1 Pujer sudah ditetapkan menjadi sekolah double tarck, sekolah dengan fokasional memiliki keahlian dibidang video editing. “Pada tahun ajaran 2019-2020, kami masih belum bisa menjual hasil double track tersebut. Tetapi mulai tahun ajaran 2020-2021, kami berkomitmen agar bisa menjual hasil karya video editing kepada masyarakat,” tegas Muharto.
Muharto kembali menegaskan, keahlian dan kemampuan dibidang video editing yang dimiliki SMAN 1 Pujer kedepan harus bisa menjadi pilihan masyarakat Kecamatan Pujer, terutama saat ada acara hajatan dan acara peresmian kantor. Sehingga bidang video editing ini, ucap Muharto, bisa menjadi andalan tersendiri bagi siswa SMAN 1 Pujer. Keinginan mulia ini harus didukung dengan kompak, urai Muharto, meski siswa SMAN 1 Pujer rata rata berasal dari taraf ekonomi menengah ke bawah, komitmen untuk memajukan sekolah tidak boleh padam. “Apalagi sejak awal sudah ada dukungan penuh dari para orang tua siswa sehingga akan memudahkan dalam mewujudkan keinginan tersebut,” pungkas Muharto. [awi]

Tags: