SMK Jurusan Asisten Keperawatan Masih Sangat Potensial

Siswi Jurusan Asisten Keperawatan SMK Sepuluh Nopember sedang menjalankan praktek di sekolahnya. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Pelaksanaan PPDB (Penerimaan Peserta Didik Baru) 2020/2021 bagi lembaga pendidikan swasta di wilayah Sidoarjo ada yang sudah berjalan. Melihat kondisi saat ini yang penuh dengan kemajuan teknologi, ternyata SMK Jurusan Asisten Keperawatan masih sangat potensial.
Kondisi ini dibenarkan Kepala SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, Ratih Wulansari. Menurutnya selama ini untuk Jurusan Asisten Keperawatan mengambil empat Rombel (Rombongan Belajar), per Rombel berisi 36 siswa selalu terpenuhi.
“Pernah kami mengambil lima Rombel, juga terpenuhi. Namun kami ingin meningkatkan kualitasnya, akhirnya kami kembalikan empat Rombel lagi,” terang Ratih Wulansari saat ditemui Rabu (11/3) kemarin.
Ratih menjelaskan, kalau di SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo yang terletak di Desa Siwalanpanji Buduran Sidoarjo ini mempunyai enam jurusan, yakni Asisten Keperawatan, Teknologi Laboratorium Medik, Farmasi Klinis dan Komunitas, Farmasi Industri, Otomatisasi dan Tata Kelola Perkantoran serta Perbankan Syari’ah. ”Dari enam jurusan itu, jurusan yang hingga kini masih sangat potensi, yaitu Asisten Keperawatan dan Farmasi,” jelasnya.
Jadi, untuk Jurusan Asisten Keperawatan, para siswa ini masih cenderung ke profesi perawat, bukan asisten perawat. Maka otomatis mereka harus melanjutkan minimal D3, karena sesuai dengan Permenkes. ”Di Permenkes itu ada aturan yang disebut tenaga tehnis kesehatan dan asisten tenaga kesehatan. Semua sudah dibedakan di aturan itu,” katanya.
Ratih menegaskan, kalau SMK dengan Kompetensi Kesehatan pastinya ada peraturan yang terikat dalam Permenkes dan Kemendikbud, jadi ini sudah sejalan dengan peraturan itu. Kalau Asisten Tenaga Kesehatan di Permenkes 2016 itu masih terakomodir di dalamnya juga.
“Makanya kami ada landasan kuat untuk melangkah dalam meluluskan para siswa ini, job discriptionnya sudah diatur di dalamnya,” jelas Ratih.
Jika terkait dengan revolusi industry 4.0 sebetulnya semuanya sama. Alat-alat kesehatan pun sekarang ini juga sudah digitalisasi. Jika sekolah belum bisa meng upgrade sarana dan prasarana yang sesuai dengan apa yang ada di lapangan, tentu akan kesulitan.
“Bagaimana belajarnya para siswa, makanya sarana dan prasarana ini otomatis harus sejalan. Kini hampir semua sekolah sudah seperti itu. Apapun kompetensinya, termasuk kesahatan harus berkompetensi teknologi untuk memudahkan manusia bekerja,” pungkasnya. [ach]

Tags: