SMK Sepuluh Nopember Berbagi Bersama Anak Yatim

Gelar doa bersama yang dilakukan dengan penerapan SOP Protokol Kesehatan. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Masa pandemi Virus Corona atau Covid 19, bukan hanya orang tua saja yang terdampak merasakan efeknya. Namun, anak – anak hingga remaja produktif pun juga ikut merasakan dampaknya. Melihat kondisi ini, SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo memberikan dorongan kuat kepada mereka dengan berdoa dan berbagi dengan anak yatim piatu.
Menurut Guru Agama SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, Achmad Zaini SPdI MPd, ada 135 anak-anak yatim piatu dari beberapa sekolah di sekitarnya, yang diajak untuk doa bersama. Selain dari siswanya sendiri, mereka juga anak yatim piatu dari SD, SMP dan SMA/SMK sekitar.
Zaini menjelaskan, doa bersama dan pemberian santunan kepada anak yatim ini diharapkan. Dapat meringankan beban mereka. Diantaranya, memberikan paket data agar mereka bisa belajar secara Daring (Dalam Jaringan) atau online di sekolahnya masing-masing.
“Dalam berdoa bersama, untuk memberikan dorongan motivasi kepada anak yatim piatu agar mereka semangat menjalani hidup ini. Karena mereka masih kecil namun sudah ditinggal orang tuanya. Semoga tetap semangat belajar untuk mengejar cita – citanya walaupun dalam kondisi tanpa orangtua,” kata Zaini Kamis (16/7) kemarin.
Selain memberikan motivasi dengan doa maka diharapkan dapat menguatkan hati mereka. Sebagai anak yatim piatu juga harus menghormati dengan cara mendoakan orang tuanya sendiri yang telah meninggal dunia. ”Salah satu bakti mereka kepada orangtua, yaitu mendoakan. Jadi itu yang kami tekankan, kami juga berpesan supaya mereka tidak jauh dari orangtua walaupun ditinggal secara fisik,” pungkas Zaini.
Kepala SMK Sepuluh Nopember Sidoarjo, Ratih Wulansari SSi MPd menegaskan, kalau kegiatan doa bersama dan memberikan santunan anak yatim piatu yang bertemakan Merajut Kasih Sayang Dengan Berbagi Kepada Sesama ini, tujuannya untuk menguatkan karakter anak-anak. ”Kegiatan seperti ini rutin dilakukan tiap tahun. Biasanya hanya anak – anak yatim intern sekolah, kali anak yatim yang sekolah di sekitaran kami,” tegas Ratih Wulansari. [ach]

Tags: