SMK Siapkan Tenaga Terampil Industri

SMKN 1 Surabaya Teken MoU dengan 29 IDUKA
Surabaya, Bhirawa
Penggabungan sekolah kejuruan (SMK) dengan dunia Industri, Dunia Usaha dan Dunia Kerja (IDUKA) tengah digalakkan pemerintah. Melalui kerjasama yang dibangun, sehingga diharapkan lulusan SMK mampu menjawab kebutuhan industri.
Hal ini juga terlihat di SMKN 1 Surabaya. Sebanyak 29 IDUKA untuk sembilan prodi telah menekan nota kesepahaman (MoU) untuk melakukan link and super match, mulai kurikulum, sarana prasarana hingga tenaga pengajar untuk memenuhi kebutuhan tenaga terampil industri.
“Saya memberikan apresiasi atas kegiatan yang dilakukan. Karena SMK dan perusahaan merupakan dua sisi mata uang yang berbeda,” ujar Kepala Dindik Jatim, Wahid Wahyudi usai acara, Kamis (17/12).
Sebab, lanjut Wahid, perusahaan membutuhkan tenaga terampil. Sedangkan untuk SMK membangun tenaga terampil. Maka baik perusahaan ataupun sekolah mulai dari kurikulum, hingga teknologi harus match. Maka kami berikan apresiasi kepada SMK di Jatim yang melakukan kerjasama dengan perusahaan yang kopetensinya sama dengan SMK,” jabarnya.
Menurut Wahid, Penandatanganan MoU dalam bergabungnya SMK dan dunia industri ini merupakan bentuk tanggung jawab kepala sekolah. Sebab, peran kepala sekolah tidak hanya memberikan keterampilan saja melainkan mengantarkan siswa meraih cita – citanya.
“Kalau ingin menjadi karyawan bisa bekerja di perusahaan yang bekerjasama dengan sekolah khususnya, atau yang ingin menjadi wirausaha atau start up juga punya kemampuan menagemen dan keberanian. Tapi jika ingin melanjutkan ke perguruan tinggi juga punya potensi akademik yang baik. Karena sekarang sudah banyak perguruan tinggi yang memiliki jurusan vokasi dan ini harus ditangkap oleh beberapa siswa SMK,” jelasnya.
Wahid berharap, melalui bergabungnya dunia pendidikan dan dunia industry ini, agar semua SMK di Jatim membangun bisa bekerjasama sebanyak – banyaknya dengan IDUKA. Pasalnya, kini dunia industri dan usaha membutuhkan tenaga terampil kelas menengah.
Sementara itu, Kepala SMKN 1 Surabaya, Tjiptoadi Nugroho menjelaskan, bentuk kerjasama ini selain magang industri, nantinya juga ada magang guru dan guru tamu dari industri. Tak hanya itu ada kegiatan juga untuk uji kompetensi keahlian. ”Syukur – syukur jika ada recruitmen pegawai dari lulusan kami oleh perusahaan,” katanya.
Kendati begitu, di tengah kondisi pandemi saat ini pihaknya masih belum bisa menggelar magang industri. Sebab, masih mengacu pada peraturan pemerintan. Beberapa skenario pun telah dirancang untuk magang indsutri jika situasi masih belum menunjukkan penurunan angka kasus Covid 19. Dari hasil diskusi yang dilakukan dengan IDUKA ada beberapa solusi yang ditawarkan. Diantaranya magang online, dan pembuatan projeck word. Untuk projeck word.
Pak Cip sapaan akrabnya mencontohkan projek jurusan Multimedia SMKN 1 Surabaya, misalnya membuat video produk pembuatan roti dan pemasarannya. ”Mulai proses hingga selesai ini dicapture, divideokan dan kemudian akan dikomunikasikan dengan IDUKA. Dan nanti yang menilai dari pihak industri,” jelasnya.
Terkait magang online, Pak Cip menyebut ada beberapa jurusan yang bisa melakukan magang industri dengan sistem Daring seperti Multimedia, Produk Siaran TV, dan Rekayasa Perangkat Lunak (RPL) yang notabene bisa dikerjakan secara jarak jauh. Untuk jurusan perhotelan bisa diselanggarakan di sekolah dengan mengundang IDUKA kesekolah untuk penilaianya.
Meski begitu ada juga kerjasama yang sudah dijalankan di Bulan Desember ini. Misalnya perakitan LED TV Touchscreen Dual OS untuk pembelajaran interaktif. Hal itu sudah dilakukan workshop sejak awal Desember. ”Dan kita launching hari ini kemudian akan kita proses menjadi kemitraan kita ke industri yang mempunyai link untuk media (interkatif) yang sama,” pungkasnya. [ina]

Rate this article!
Tags: