SMP IT Inka Lakukan Eksindo ke VII Jelajah 33 Propinsi

Sekretaris Disporapar Sidoarjo Trisnanto Edi Wibowo saat memberikan penjelasan kepada para siswa SMP IT Inka. [achmad suprayogi]

Sidoarjo, Bhirawa
Dalam memperkenalan siswa sejak dini tentang potensi seni budaya dan wisata yang ada di Indonesia. Siswa SMP IT Inka (Islam Terpadu Insan Kamil) Sekardangan Sidoarjo melakukan program Eksindo (Eksplorasi Indonesia) ke VII. Pelaksanaannya dilakukan secara virtual untuk wilayah yang jauh, sementara untuk lingkungan Sidoarjo dan sekitarnya berkunjung langsung ke lokasi.
Kegiatan rutin tahunan yang dilakukan SMP IT Inka ini, mulai tanggal 22 hingga 26 Pebruari 2021 ini dibuka langsung oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kabupaten Sidoarjo Drs Ec Asrofi MM MH, didampingi Kepala SMP IT Inka Sidoarjo Ani Qotul Uhbah SPd bersama jajaranya.
“Potensi budaya dan wisata di wilayah Sidoarjo ini sangat luar biasa, dan cukup bagus. Oleh karena itu, saya berpesan kepada para siswa harus mempelajari terlebih dahulu sebelum paham budaya-budaya yang ada di luar Sidoarjo,” pesan Asrofi.
Dalam kunjungannya ke Disporapar (Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata) Kabupaten Sidoarjo, para siswa disambut dan diterima, serta mendapatkan penjelasan langsung tentang kondisi wisata Sidoarjo oleh Sekretaris Disporapar Ir Trisnanto Edi Wibowo MT beserta jajaran dari Bidang Pariwisata, pada Selasa (23/2) kemarin.
Salah satu pendamping siswa Ustad Imam Syaroni SPd I mengatakan kalau kegiatan ini adalah untuk mengajari para siswa menggali potensi budaya dan wisata yang ada di Indonesia, dan kami akan melakukan di 33 propensi secara virtual. Namun untuk wilayah Sidoarjo dan sekitarnya akan kami lakukan secara berkunjung ke lokasi, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat dan penuh pengawasan.
Ada sekitar 130 siswa kelas VII putra dan putri yang terlibat dalam Eksindo ke VII ini, mereka datang ke lokasi salah satunya di Dinas Pariwisata Sidoarjo, yakni belajar memahami atau menggali kondisi wisata Sidoarjo serta melakukan diskusi dan wawancara. “Dari 130 siswa itu terbagi dalam 12 kelompok, salah satu kelompok dalam sehari harus melkukan lima kali kegiatan. Mereka bisa turun langsung ke lapangan untuk wawancara, lainnya bisa membuat posterisasi, membuat video promosi bahkan ada juga yang membuat masakan nusantara. Temanya sesuai pilihan kelompok masing-masing,” jelas Ustad Imam Syaroni.
Lanjutnya, misalnya ada kelompok yang mengambil tema Pulau Bali, mereka harus menggunakan pakaian adat Bali, membuat masakan Bali dan membuat video promosi tentang Pulau Bali. “Jadi program seperti ini dilakukan memang bertujuan untuk memberikan wawasan kepada siswa untuk mengenal budaya dan wisata yang ada di Indonesia,” pungkas Ustad Imam_sapaan akrabnya.
Saat proses paparan dan diskusi, nampak siswa sangat antusias sekali mengikuti penjelasan dari Bidang Pariwisata, terbukti adanya bebarapa lontaran pertanyaan-pertanyaan. Seperti yang dilakukan siswa kelas VII 4 Naura, yang mempertanyakan bagaimana caranya pihak dinas pariwisata menggaet wisata yang ada di Sidoarjo. Begitu juga Kalila, siswi kelas VII 3 ini mempertanyakan bagaimana cara pemerintah mengembangakan wisata alam. Karena wisata alam di wilayah Sidoarjo ini juga termasuk minim. [ach]

Tags: