SMPN 5 Situbondo Gelar Istigasah Akbar Jelang UN

Herry Sofjan Kasek SMPN 5 Situbondo bersama ratusan guru, siswa dan wali murid khusuk melaksanakan istigosah menjelang pelaksanaan UN tahun 2015, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Herry Sofjan Kasek SMPN 5 Situbondo bersama ratusan guru, siswa dan wali murid khusuk melaksanakan istigosah menjelang pelaksanaan UN tahun 2015, kemarin. [sawawi/bhirawa].

Situbondo, Bhirawa
SMPN 5 Situbondo, sebagai salah satu barometer prestasi sekolah menengah pertama  negeri (SMPN) di Kota Santri, kini tak hanya memfokuskan siswanya pada peningkatan kualitas pendidikan akademik semata. Sekolah yang kini dipimpin Herry Sofjan itu, juga mengajak ratusan siswa dan wali murid membentuk karakter moral anak menjadi sosok yang religius. Itu yang dilakukan keluarga besar SMPN 5 Situbondo saat menggelar istigasah akbar dengan mendatangkan penceramah Ustadz Munawar, kemarin lusa.
Dengan diawali salat magrib berjamaah, ratusan siswa bersama wali murid melakukan wirid dan zikir kepada Allah SWT. Sejenak kemudian, pembawa acara mempersilahkan Ustadz Munawar, memimpin jalannya istigasah akbar.
Para guru duduk didepan, dengan dipandu kepala sekolah, Herry Sofjan. Ratusan murid duduk dibarisan kedua dengan masing-masing didampingi orang tua. Dibarisan terakhir, ratusan siswi SMPN 5 Situbondo didampingi para ibu dengan berpakaian muslim dan berhijab, tampak khusus berdzikir kepada Sang Ilahi.
Dalam pelaksanaan istigosah akbar kali ini, Ustadz Munawar, banyak mengupas pola pendekatan kepada Allah dan tata cara berbakti dan menghormati Guru dan Orang Tua. Dari rangkaian istigosah atau pencerahan qolbu di SMPN 5 Situbondo, ratusan siswa yang didampingi orang tuanya, tampak mengikuti dengan khusuk.
Para siswa diminta Munawar untuk mengikuti perintah Allah SWT dan ajaran Rasulullah secara benar. Selain itu, para siswa juga diajak untuk menghormati jasa orang tua dan guru yang telah rela dan ikhlas memberikan ilmunya. “Mari menjelang UN kita banyak berdoa kepada-Nya, sehingga diberi kelancaran dalam mengerjakan soal-soal ujian,” ujar Munawar.
Wakasek Kurikulum SMPN 5 Situbondo, Ernawati, menandaskan bahwa sejumlah guru kelas IX, sejak lama memberikan materi ESQ (emosional quetion) dan memberikan motivasi kepada siswa jelang pelaksanaan UN. Langkah pertama yang dilakukan, urai Ernawati, meningkatkan hubuangan dengan yang diatas dengan memperbanyak doa bersama orang tua.
“Langkah lain, kami melakukan les pelajaran tambahan, try out dan ESQ. Intinya, kami memotivasi siswa untuk menggugah hatinya agar siap mental dan siap fisik menjelang UN. Kita berusaha dulu dan sepenuhnya diserahkan kepada Allah SWT. Kami juga minta siswa agar jangan sampai berbuat salah, karena setiap salah yang tersakiti maka doanya jelek,” ungkap Ernawati.
Herry S, Wakasek Kesiswaan SMPN 5 Situbondo, menambahkan kegiatan istigosah sebagai media kepada Allah dan bukan hanya sabagai sarana prasyarat. Pasalnya, ungkap Herry, sebagai manusia banyak kesalahan dan dosa yang diperbuat harus meningkatkan tali hubungan dengan Allah (hablum minallah). “Kita bersama siswa bermunajat kepada Allah melalui istigosah, meminta ampunan dosa yang dilakukan kepada guru orang tua, teman dan masyarakat. Dengan beristigosah kita banyak berzkir kepada Allah memohon agar UN diberi kesuksesan,” papar Herry S.
Herry juga mengajak siswa untuk memperbanyak amalan dan ibadah yang positif selama hidup di dunia, sehingga kelak akan mendapat barokah dari Allah SWT. Kata dia, dengan memperbanyak amal ibadah sebelum UN, akan diberi kemudahan ditengah perjuangan mensukseskan ujian tahun 2015. [awi]

Tags: