SMPN I Lolos Nominasi Adiwiyata Provinsi Jatim

Kabupaten Situbondo, Bhirawa
Dari segudang kegiatan unggulan yang dicanangkan keluarga besar akademika SMPN I Situbondo, ada beberapa bidang yang mampu menarik simpati Tim Penilai Adiwayata (sekolah berwawasan  lingkungan) tingkat Provinsi Jawa Timur (Jatim) untuk mengunjungi mantan sekolah tingkat pertama peraih predikat RSBI (Rintisan Sekolah Bertaraf International), pada Jumat kemarin (14/3).
Dibawah komando Katenan M.Pd dan Syamsul Arifin M.Ed, satu persatu memelototi program yang digagas siswa berikut guru SMPN I Situbondo, yang beralamat di jalan PB Sudirman, Lingkungan Karang Asem, Kelurahan Patokan, Kabupaten Situbondo tersebut.
Saat tim adiwiyata Provinsi Jatim datang pukul 11.00 wib, langsung disambut Asisten I Pemkab Situbondo, Drs Suraji, Kepala Dinas Pendidikan DR Fathor Rakhman MPd,  Kabag Humas Sugeng Wiyono, Kepala Lingkungan Hidup Imam Darmaji, Camat Kota Samad dan Kepala Sekolah SMPN I Situbondo, Dra Tatik Krisnawati MPd beserta seluruh tenaga pendidik, siswa dan Komite Sekolah. Dua Tim penilai dan Kadis Pendidikan menjadi tamu kehormatan dengan diberi untaian kalung bunga oleh siswa teladan SMPN I Situbondo.
Usai penyambutan, Tim penilai Adiwiyata menyimak peragaan tari kolosal dan fashion show dari siswa siswi SMPN I Situbondo. Selanjutnya, Katenan dan Syamsul Arifin beserta Kadis Pendidikan dan Muspika didapuk untuk menanam pohon di halaman sekolah paling favorit di Kota Santri tersebut. “Semoga penanaman pohon ini bisa memberikan manfaat besar bagi generasi muda Situbondo dimasa mendatang. Selain itu saya berharap SMPN I Situbondo bisa lolos adiwiyata provinsi,” ujar Kadis Pendidikan, DR Fathor Rakhman, usai menyiram pohon, kemarin.
Tak cukup disana, tim penilai adiwiyata Provinsi juga mendapat penjelasan komprehensif beberapa bidang unggulan SMPN I Situbondo, guna menunjang pencapaian piala dan penghargaan adiwiyata tingkat Provinsi Jatim. Mulai penjelasan dari program bank sampah, penanaman pohon, pemanfataan sampah organik dan non-organik, pemanfaatan tanaman kebun lidah buata (alue vera) menjadi makanan masyarakat Situbondo. Dari paparan tersebut, Katenan dan Syamsul Arifin tampak terkesima dan takjub atas prestasi SMPN I Situbondo.
Kasek SMPN I Situbondo, Tatik Krisnawati, mengatakan, sebenarnya seleksi lomba adiwiyata Kabupaten Situbondo mulai diikuti tahun 2012-2013. Namun karena kala itu tidak masuk nominasi, kata Tatik, lembaga yang dimpinnya kembali mengikuti lomba adiwiyata susulan pada tahun ajaran 2013-2014 ini. “Alhamdulillah, dari enam sekolah yang ikut seleksi, SMPN I Situbondo dinyatakan lolos pada nominasi Jawa Timur,” ujar mantan Kasek SMPN I Asembagus itu.
Nah kali ini, sambung Tatik, tim penilai Provinsi Jatim mengadakan verifikasi pada empat dokuman yang menjadi standarisasi adiwiyata Provinsi Jatim. Untuk dokumen satu dan dua, ujar Tatik, meliputi kebijakan dan kegiatan proses belajar mengajar (PBM) lingkungan hidup di sekolah. “Jadi setiap RPP dan silabus, semua guru membuat pelaksanaan PBM dan kegiatan lain, dengan menyantumkan tentang lingkungan hidup,” tegas Tatik.
Untuk dokumen tiga dan empat, masih kata Taik, sekolah mengarahkan siswa untuk melaksanakan kegiatan ektrakurikuler berbentuk lingkungan hidup (LH). Untuk itu, sambung dia, sekolah kini banyak merealisasikan penanaman pohon sehingga sekolah menjadi kawasan yang rindang, bersih dan asri. Selain itu, ungkap Tatik, sekolah juga melibatkan siswa untuk membuat bank sampah dengan menyerahkan pengelolaaannya kepada para siswa. “Hasilnya dijual oleh siswa dan keuangannya dikelola siswa sendiri,” paparnya.
Langkah lain yang dilakukan agar nemperolah adiwiyata tingkat Provinsi, kata Tatik, ia mencetus program Berkebun Aluvera di sekolah. Nantinya, urai dia, lidah buaya dijadikan pusat pembelajaran dan dijadikan minuman teh, kripik, natadikoko serta agar-agar. “Kami juga menggunakan barang bekas plastik¬† menjadi candi, burung dan hewan lain. Dari bahan bekas pakai itu kami pajang diruang pameran sekolah. Yang jelas, kami sangat optimis, SMPN I Situbondo bakal masuk tingkat adiwiyata provinsi dan nasional,” harap Tatik. [awi]

Tags: