Soekarwo Layak Dipertimbangkan Jadi Capres Demokrat

Jakarta , Bhirawa
Nama kader Partai Demokrat (PD) yang juga Gubernur Jatim Soekarwo menjadi satu-satunya kader Demokrat yang masuk dalam survei indeks kepemimpinan dan dinamika capres-cawapres 2014 dari Laboratorium Psikologi Politik Universitas Indonesia (UI) dan Indo Barometer.
Menurut Direktur Indo Barometer Muhammad Qodari, kenapa nama Gubernur Jatim Soekarwo masuk dalam survei ini karena Gubernur Jatim tersebut menjadi salah satu gubernur yang kerap menjadi pembicaraan media massa atau sudah diwacanakan sebelumnya. “Soekarwo menjadi salah satu gubernur yang memiliki potensi pemimpin nasional. Nama Soekarwo pun dapat dipertimbangkan untuk maju menjadi calon presiden atau wakil presiden,” katanya di Jakarta, Rabu (12/3).
Hanya saja, kata Qodori, yang menjadi pertanyaan bagaimana cara Soekarwo masuk menjadi kandidat calon presiden, sementara Demokrat telah membentuk sistem konvensi. “Walaupun hasil konvensi belum mampu mendongkrak suara Demokrat,” katanya.
Qodori melanjutkan, survei dilaksanakan di 33 provinsi dengan jumlah responden sebanyak 1.200 orang dengan margin error sebesar 3 persen. Responden dipilih dengan metode multistage sampling untuk menghasilkan reaponden yang mewakili seluruh populasi publik dewasa atau berusia 17 tahun atau sudah menikah. “Pengumpulan data dengan wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuesioner,” katanya.
Di tempat sama¬† Pakar Psikologi Politik dari UI Prof Hamdi Muluk menegaskan bahwa Soekarwo dalam survei kali ini mewakili kepala daerah bukan partai. “Masyarakat mengenal Soekarwo sebagai kepala daerah,” katanya.
Adapun sepuluh pertanyaan dimensi indeks kepemimpinan yakni visioner, kepemimpinan, intelektualitas, keterampilan politik, komunikasi politik, stabilitas emosi, ketegasan, penampilan, integritas moral, dan empati sosial. “Adapun indeks skor¬† terhadap Soekarwo paling tinggi di penampilan dan integritas moral,” tukasnya.
Yang menarik, sambar Qodori, urutan skor para tokoh relatif sama untuk semua demensi. Secara umum skor rata-rata gabungan dari tokoh berlatar belakang partai besar masih memimpin dengan 6,68 persen, disusul kepala daerah 6,24 persen. Dan, selanjutnya menteri kabinet 5,91 persen, terakhir tokoh masyarakat 5,65 persen. [iib]

Tags: