Sosialisasi Pengurusan Kerjasama, Dinsos Jatim Adakan FGD dengan Stakeholder

Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim melalui Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) mengadakan forum group discussion (FGD) untuk membahas prosedur pengurusan kerjasama.

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jatim melalui Bidang Pemberdayaan Sosial (Dayasos) mengadakan forum group discussion (FGD) untuk membahas prosedur pengurusan kerjasama. Diskusi ini mengajak para stakeholder seperti beberapa perguruan tinggi dan pelaku usaha untuk memperkuat sinergitas.

Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinsos Jatim Dra Restu Novi Widiani MM dan Kepala Bidang Dayasos Ir Moehammad Anas MM. Sedangkan narasumber dari pada FGD ini berasal dari Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Provinsi Jatim dan Bappeda Provinsi Jatim.

FGD yang digelar di Aula Gedung A Dinsos Jatim tersebut diikuti oleh 30 peserta. Di antaranya adalah Unit Pelaksana Teknis (UPT) klaster anak, berbagai perguruan tinggi negeri/swasta, dan para pelaku usaha. UPT klaster anak Dinsos Jatim sengaja diundang, untuk membahas peluang penerima manfaat (PM) mereka mendapat akses kuliah atau pekerjaan setelah masa terminasi.

“Masyarakat di luar pemerintahan atau stakeholder mempunyai kesempatan untuk membantu pemerintah, terutama dalam memberikan pelayanan sosial kepada masyarakat. Maka dari itu harus dipayungi, supaya niat membantu pemerintah bisa benar-benar tersalur,” ungkap Kepala Bidang Dayasos Ir Moehammad Anas MM ketika menyampaikan laporan kegiatan.

Saat membuka kegiatan, Kepala Dinsos Jatim Dra Restu Novi Widiani MM menjelaskan, permasalahan sosial yang ada di Jatim dengan anggaran yang dikelola oleh Dinsos Jatim dan OPD lain masih belum sepadan.

“Ketika akan menyelesaikan permasalahan sosial, apabila tidak ada kerjasama, tidak ada bantuan, maka kita tidak akan berhasil mengentaskan masalah sosial. Padahal masalah ini terus berkembang,” lanjutnya.

Novi pun memaparkan bahwa kerjasama Dinsos Jatim bersama para stakeholder hingga Mei ini sudah cukup banyak, yakni mencapai 123 kerjasama. Ia mencontohkan, kerjasama pihaknya dengan beberapa Stikes di Jatim. Dengan bentuk praktik kerja lapangan (PKL), para mahasiswa Stikes dirasa sangat membantu tugas keperawatan pada PM lansia UPT Pelayanan Sosial Tresna Werdha.

“Kerjasama ini sudah menahun, hanya saja langkah-langkah ini perlu dipublikasikan. Kira-kira keberhasilan apa yang telah diraih dari kerjasama ini. Selain keperawatan untuk para lansia, apa yang bisa kita tunjukkan pada masyarakat,” pesan Novi.

FGD berjalan dengan dipenuhi tanya-jawab antara narasumber dan peserta. Para peserta baik dari UPT hingga perguruan tinggi banyak menanyakan detail mekanisme kerjasama di lingkungan Dinsos Jatim. [rac.bb]

Tags: