Stabilitas Harga Beras, Bulog Bojonegoro Gelontorkan 870 Ton Beras SPHP

Salah satu pedagang beras di pasar kota Bojonegoro.

Bojonegoro,Bhirawa.
Kenaikan harga beras terpantau di pasar kota Bojonegoro. Saat ini harga beras terpantau berkisar antara Rp 15.000 hingga Rp 16.000 per kilogramnya.
“Semula harga beras jenis medium Rp 13.000 menjadi Rp 15.000 perkilogram. Sedangkan beras premium semula Rp 15.000, kini menjadi Rp 16.000 per kilogram. Naik sekitar dua pekan lalu,” kata Anita, pedagang beras.

Untuk menekan harga beras di pasaran, Bulog Bojonegoro giat gelontorkan beras Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) ke pedagang pasar, toko, ritel moderen serta bumdes. Demikian disampaikan Pimpinan Cabang (pimcab) Bulog Bojonegoro, Ferdian Dharma di kantornya, kemarin (21/2).

“Sejauh ini Bulog Bojonegoro sudah menggelontorkan sekitar 870 ton beras sphp,” jelasnya.

Dijelaskan, jumlah 870 ton beras tersebut tersebar di tiga wilayah diantaranya, Kabupaten Bojonegoro mencapai 500 ton, Kabupaten Tuban 140 ton, dan Kabupaten Lamongan mencapai 230 ton.

Dirinya menambahkan, selain menggelontorkan program sphp, Bulog Bojonegoro segera menyalurkan program beras Bantuan Pangan (Bapang) kemasyarkat dan program dari Badan Pangan Nasional (Bapanas) beras premium.

Ia menambahkan, saat ini stok beras di gudang Perum Bulog Bojonegoro tersedia sebanyak 4.500 ton yang nantinya mencukupi kebutuhan tiga Kabupaten yaitu Bojonegoro, Tuban, Lamongan, selama 1 bulan setengah kedepan.

Tapi stok itu akan terus bertambah, karena kami akan mendapat kiriman dari Surabaya untuk mengisi stok di wilayah Bulog Bojonegoro.

“Stok beras sebanyak 4.500 ton mencukupi tiga Kabupaten dan dipastikan cukup memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Masyarakat sendiri diminta tidak panik, mengingat perkiraan pada bulan Maret sudah memasuki masa panen, dan bulog sudah bisa melakukan penyerapan. [bas.bb]

Tags: