Stabilkan Harga Cabai

Karikatur Ilustrasi

Harga pangan menjelang Ramadhan mulai tidak terkendali, di antaranya harga cabai yang sudah beberapa pekan mengalami kenaikan yang signifikan. Padahal komoditi cabai merupakan primadona apalagi menjelang puasa dan hari raya. Hal ini tentu akan menjadi masalah yang cukup krusial jika tidak segera dilakukan stabilisasi harga.

Pekan lalu harga cabai sempat menginjak Rp 150 ribu per kilogram, lebih mahal dari harga daging sapi yang biasanya Rp 120 ribu per kilogram. Berdasarkan data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS), Per 12 Maret 2021, harga rata-rata cabai rawit merah di seluruh Provinsi mencapai Rp 95.100 per kg. Tak hanya cabai rawit merah, harga cabai lainnya pun masih tinggi. Harga rata-rata cabai rawit hijau di seluruh provinsi sekitar Rp 59.750 per kg, cabai merah besar Rp 50.300 per kg dan cabai merah keriting mencapai Rp 50.300 per kg, (Republika, 16/3/2021).

Kenaikan diduga akibat cuaca ekstrem yang mengakibatkan kurangnya pasokan cabai dari petani ke pedagang. Selain itu, melonjaknya harga cabai tersebut, setidaknya menjadi bukti bahwa pemerintah tidak cukup serius atas harga pangan. Seolah menunjukkan bahwa pemerintah tidak memiliki data yang valid atas produksi dan distribusi pangan, sehingga yang terjadi justru membuktikan bahwa tata niaga kita berantakan, pendampingan terhadap petani-petani belum maksimal. Bahkan, pemerintah seolah tidak memiliki grand desain tata niaga pangan untuk menghadapi ramadan di 2021.

Meski kendati demikian, tidak ada kata telat untuk melalukan evaluasi dan perbaikan. Kini saatnya pemerintah perlu mengambil langkah taktis guna menekan laju harga cabai. Mengingat cabai merupakan komoditi ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Jangan sampai masyarakat terbebani dengan mahalnya harga, mengingat sekarang masih dalam kondisi pandemi. Terlebih sektor pertanian Indonesia mengalami perkembangan yang signifikan, yakni pertanian yang semakin maju, semakin mandiri dan semakin modern. Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan secara mandiri. Sehingga, ke depannya kalau bicara pangan tidak perlu melakukan impor.

Gumoyo Mumpuni Ningsih
Dosen FPP Universitas Muhmammadiyah Malang

Rate this article!
Stabilkan Harga Cabai,5 / 5 ( 1votes )
Tags: