Stabilkan Harga, Diskoperindag Gelar Operasi Pasar

Foto: ilustrasi

Foto: ilustrasi

Pasuruan, Bhirawa
Mengantisipasi melonjaknya harga sembako menjelang Ramadan dan Idul Fitri, Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Kota Pasuruan akan melakukan operasi pasar (OP) di setiap pasar atau inspeksi mendadak (sidak).
Kepala Diskoperindag Kota Pasuruan Sumarni mengatakan pihaknya memastikan dalam waktu dekat tim Diskoperindag bersama Disperindag Jatim akan melakukan operasi di setiap pasar untuk melihat harga sembako. “Kami akan mengadakan operasi pasar bersama Disperindag Jatim pada minggu depan. Kami juga akan berkeliling kembali ke tingkat ditributor serta sentra kulakan koperasi. Itu semua untuk mencegah penimbunan,” ujar Sumarni, Kamis (26/6).
Menurut Sumarni, pada hari-hari besar seperti bulan puasa, hari raya memang permintaan barang meningkat. Sedangkan stok yang tersedia terbatas jadi selalu terjadi kenaikan harga. “Naik turunnya harga pokok itu disebabkan berbagai hal, seperti langkanya barang komoditas yang dibarengi dengan meningkatkanya permintaan,” urai Sumarni.
Tak hanya itu, pihaknya juga akan menggelar pasar murah Ramadan untuk membantu warga memenuhi kebutuhan warga selama puasa dan menjelang lebaran. “Demi meringankan beban warga dalam memenuhi kebutuhan bahan pokok saat Ramadan dan lebaran, kami rencananya akan menggelar pasar murah di sejumlah titik di Kota Pasuruan. Rencananya pada tanggal 16-18 Juli dan pasar murah itu kami akan mengandeng sejumlah BUMN,” kata Sumarni.
Pantuan dilapangan, kenaikan yang cukup signifikan terjadi pada harga telor ayam, minyak goreng dan ayam potong. Telor ayam dari sebelumnya Rp14.000 per/kg kini menjadi Rp19.000 per/kg, minyak goreng biasa dijual Rp13.000 saatini mencapai 16.000 per/kg. Sedangkan telor ayam sebelumnya dijual Rp16.000 per/kg, naik menjadi Rp23.000 per/kg.
Komoditas lain juga naik seperti harga bawang putih dari Rp9.000per/kg menjadi Rp13.500 ribu/kg, bawang merah dari Rp7.000 per/kg menjadi Rp10.000 per/kg. Demikian halnya dengan harga beras IR 64 dari Rp7.000 per/kg menjadi Rp7.400 per/kg dan gula dari Rp9.500/kg yang sebelumnya mencapai Rp9.900 per/kg.
Kenaikan harga juga terjadi pada komoditas sayuran. Tomat dari sebelumnya Rp3.000 per/kg kini menjadi Rp7.000 per/kg. Kentang dari harga Rp6.000 per/kg menjadi Rp7.500 per/kg, begitupula dengan cabai merah besar dari Rp7.000 per/kg menjadi Rp8.000 per/kg, cabai merah kecil dari Rp6.000 per/kg menjadi Rp Rp7.000 per/kg serta gubis dari Rp3.000 per/kg menjadi Rp4.000 per/kg.
Sejumlah pedagang sembako di pasar tradisional seperti pasar Besar Kota Pasuruan mengaku dalam sepekan ini harga akan kebutuhan bahan pokok mengalami perubahan harga. Akibatnya, hal ini mempengaruhi pemasukan para pedagang itu sendiri. “Dampak dari kenaikan ini pembeli berkurang. Yang biasanya pembeli membeli lima kg sekarang hanya beli satu kg. Rata-rata mereka beralasan membeli secukupnya saja,” kata Mardiah, pedagang sembako di pasar Besar Kota Pasuruan. [hil]

Tags: