Staf DKP Kepergok Mampir ke Eks Lokalisasi

[Pakai Motor Dinas]
Situbondo, Bhirawa
Pemakaian kendaraan dinas di Situbondo rupanya banyak yang disalahgunakan. Terbukti, sebuah motor dinas jenis Honda Mega Pro P 4386 EP justru tepergok patroli Satpol PP di area eks lokalisasi  Bandengan Kecamatan Panarukan.
Meski awalnya sempat bersembunyi, namun pengguna motor dinas itu belakangan juga diketahui. Pria berinisial AR itu adalah staf di Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Situbondo.
“Pengguna  motor dinas itu sudah teridentifikasi. Ternyata staf di Dinas Kelautan dan Perikanan Situbondo, berinsial AR. Yang bersangkutan sudah kami beri pembinaan,” kata Kepala Kantor Satpol PP Situbondo Agung Wintoro, Kamis (20/3).
Keterangan yang dihimpun menyebutkan, penyalahgunaan kendaraan dinas di eks lokalisasi pelacuran itu tepergok razia malam yang digelar personel Satpol PP Situbondo. Saat menyisir wisma-wisma di eks lokalisasi Bandengan Kecamatan Panarukan, personel Satpol PP memergoki  motor dinas jenis Honda Mega Pro warna merah nopol P 4386 EP terparkir di kawasan tersebut. Ironisnya, saat itu pelat nopol motor itu juga masih berwarna merah.
Melihat itu, anggota Satpol PP pun mencari tahu siapa yang membawa motor milik pemerintah ke tempak esek-esek tersebut. Namun, saat itu semua orang di kawasan tersebut mengaku tidak tahu menahu. Diduga, saat itu pengguna kendaraan dinas yang sedang dugem itu sengaja ngumpet. Namun, personel Satpol PP tidak kalah akal.
“Kami langsung potret nopol dan motornya. Kami pesankan ke warga di sana, siapa saja yang membawa motor itu agar disuruh ke kantor Satpol PP,” ujar Sabri, anggota Provos Satpol PP yang ikut patroli.
Berbekal nopol kendaraan dinas itulah, Satpol PP berhasil melacak siapa yang menggunakan  motor dinas itu ke eks lokalisasi pelacuran Bandengan Kecamatan Panarukan. Bahkan, begitu terlacak personel Satpol PP langsung mendatangi kantor DKP Situbondo untuk memberikan pembinaan kepada staf berinisial AR.
“Saat kami tanya, dia (AR, red) mengaku hanya main saja ke eks lokalisasi. Bagaimana pun itu tidak dibenarkan, apalagi malam hari dan di luar kepentingan dinas. Yang didatangi juga tempat begituan. Selain dibina, yang bersangkutan juga sudah kami laporkan ke atasannya dan Badan Kepegawaian Daerah Situbondo,” pungkas Agung Wintoro. [awi,dtc]

Tags: