Stakeholder Lakukan Monev Program CSR SIG 2020

Anggota DPRD Tuban Fahmi Fikroni, Bappeda Tuban, perguruan tinggi, bersama tim CSR Semen Indonesia monitoring irigasi pertaniam di Desa Sumberarum, Kecamatan Kerek

Tuban, Bhirawa
Sejumlah stakeholder lakukan monitoring dan evaluasi (Monev) atas program pemberdayaan yang dilakukan oleh Corporate Social Responcibility (CSR)-nya, PT Semen Indonesia (Persero) Tbk (SIG) Pabrik Tuban, untuk bersama-sama menyaksikan perkembangan program pemberdayaan tahun 2020 lalu yang diterima oleh masyarakat di desa di Kecamatan Merakurak, Kecamatan Kerek, dan Kecamatan Jenu Kabupaten Tuban (24/2).

Stakeholder diantaranya Bappeda Pemkab Tuban, Universitas PGRI Ronggolawe (Unirow) dan Universitas Sunan Bonang (Unang) Tuban, juga Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Tuban, pemerintahan desa setempat dan Pers di Tuban.

GM of Corporate Communication PT Semen Indonesia (Persero) Tbk, Fardhi Sjahrul Ade, mengatakan, keterlibatan sejumlah unsur tersebut dimaksudkan, agar program yang telah digulirkan di tahun lalu, kini perkembangannya dapat dilihat langsung oleh instansi maupun unsur masyarakat yang menjaga transparansi khususnya terkait dengan pelaksanaan CSR Perusahaan.

Nilai program pemberdayaan di tahun 2020 yang disalurkan melalui Forum Masyarakat Kokoh (FMK) adalah sebesar Rp 7,1 miliar. “Tentunya dengan upaya dari perusahaan ini, masyarakat yang telah menerima program diharapkan dapat melaksanakan dengan sungguh-sungguh dan mengembangkannya hingga dapat mandiri dan menyerap banyak tenaga kerja,” kata Fardhi Sjahrul Ade.

Lebih lanjut Sjahrul menjelaskan, pada tahun 2020 ada 269 kegiatan pemberdayaan masyarakat yang di support oleh perusahaan. Rinciannya, cluster pertanian ada 25 program, ternak kambing ada 84 program, unggas ada 60 program, dan ikan ada 24 program. Selain itu, ada cluster irigasi ada 7 program, kuliner ada 29 program, konveksi ada 26 program, dan cluster usaha kreatif ada 14 program.

Di salah satu lokasi pemberdayaan Program Semen Indonesia Pabrik Tuban, anggota DPRD Tuban Fahmi Fikroni mengungkapkan, sebagai perusahaan yang keberadaannya di tengah-tengah masyarakat, program pemberdayaan yang dilakukan Semen Indonesia sudah cukup baik. Beberapa kegiatan pemberdayaan juga sudah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat secara langsung.

“Secara langsung warga yang terlibat dalam pemberdayaan memiliki nilai tambah, kami tadi memonitor secara langsung kepada warga yang menerima manfaat program ini. Program berjalan dengan baik dan dapat membantu ekonomi ditengan pandemi Covid-19, ” ujar Ketua Komisi 1 DPRD Tuban tersebut.

Lebih lanjut, Anggota Dewan dari Fraksi PKB tersebut mengungkapkan, pengelolaan Program CSR yang dijalankan perusahaan juga cukup transparan dan dapat diketahui oleh masyarakat luas. Fikroni meminta, selanjutnya pemerintah diharuskan hadir dalam pemberdayaan ini. Pasalnya, embrio pemberdayaan telah dimulai oleh Semen Indonesia. “Ini kita harus bersama-sama dalam memajukan pemberdayaan masyarakat ini. Akan sulit berhasil jika perusahaan, masyarakat dan unsur-unsur lain jalan sendiri-sendiri,” ujarnya.

Sementara Itu, Maimunah, perwakilan unsur akademisi mengatakan,program pemberdayaan sudah sejalan dengan program pemerintah dalam pengentasan kemiskinan. Dengan memberikan program pemberdayaan, masyarakat dapat berdaya dan mengembangkan usahanya sesuai dengan potensi yang ada. “Kami yakin program ini mampu menjadi sumber ekonomi dan membuka lapangan kerja bagi masyarakat. Dan ke depan kita berharap pemberdayaan ini dapat berkembang lebih baik lagi,” pungkasnya.[hud]

Tags: