Suara 22 Tahanan KPK Dicampur dengan Warga

10-tahanan-kpkJakarta, Bhirawa
Penghitungan suara 22 tahanan Komisi Pemberantasan Korupsi yang mencoblos di TPS 21 KPK dicampur dengan suara warga yang mencoblos di TPS 21 untuk warga Kelurahan Karet, Jakarta Selatan.
“Nanti (surat suara) langsung dicampur kemudian dihitung sama-sama dan tidak akan ketahuan siapa pemenangnya dari sini (TPS KPK),” kata Ketua Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Muhammad Andi sebelum meninggalkan TPS khusus tahanan KPK, Jakarta, Rabu (9/4) kemarin. Dengan kata lain, pencampuran surat suara itu membuat publik tidak bisa mengetahui secara tepat partai atau caleg mana yang menjadi pilihan mayoritas tahanan KPK.
TPS 21 KPK itu merupakan sempalan TPS 21 yang terletak tak jauh dari Gedung KPK di Kelurahan Karet, Kecamatan Setiabudi. Pemungutan suara untuk tahanan KPK itu berlangsung sekitar satu jam yang dimulai sekitar pukul 10.15 WIB. Fasilitas untuk tahanan itu merupakan yang pertama kalinya diselenggarakan di gedung komisi antirasuah itu.
Menurut Juru Bicara KPK Johan Budi, sebanyak 22 tahanan itu terdiri atas 13 orang dari Rumah Tahanan KPK dan sisanya dari Rutan Pomdam Jaya Guntur.
Sementara itu, satu tahanan bernama Izederik Emir Moeis menunaikan hak pilihnya di RS Harapan Kita karena yang bersangkutan mengalami sakit. “Itu berarti dia tidak mencoblos di TPS 21 KPK,” katanya. Nama-nama tahanan dari Rutan KPK itu, seperti Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum, Rudi Rubiandini, Deviardi, Budi Susanto, Ahmad Fathanah, Akil Mochtar, Mario C. Bernardo, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, Susi Tur Andayani, Diah Soemedi, Chairun Nisa, dan M. Dian Irwan.
Sementara itu, para tahanan dari Rutan Guntur yang mencoblos di TPS KPK, di antaranya Luthfi Hasan Ishaaq, Hambit Bintih, Cornelis Nalau Antun, Tafsir Nurchamid, Syahrul Radja Sampurnajaya, Djodi Supratman, Subri, Budi Mulya, dan Anggoro Widjojo. [ant]

Tags: