Sudah Bisa Dilalui, Pengunjung Bromo Masih Harus Hati-hati

Permukiman di kawasan Tosari, Kabupaten Pasuruan. Para pengunjung Gunung Bromo harus hati-hati dan waspada saat musim penghujan saat ini.

Pasuruan, Bhirawa
Jalur wisata menuju Gunung Bromo dari wilayah Kabupaten Pasuruan akhirnya sudah bisa dilewati setelah tertutup materialan longsor.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pasuruan, Tectona Jati menyampaikan tim gabungan sebelumnya secara maraton melakukan proses evakuasi material longsor. Semua pihak terjun mulai dari Pemkab Pasuruan, Pemprov Jatim, TNI, Polri dan dibantu masyarakat Tengger Bromo.
“Alhamdulillah, saat ini sudah bisa dilalui. Material longsor sudah dibersihkan secara tuntas dan bergotong royong secara bersama-sama. Dua hari ini, sudah bisa diewati,” papar Tectona Jati, Minggu (16/2).
Sebelumnya, sebuah tebing di Pakis Bincil, lokasi jalan yang menuju kaldera (lautan pasir) Gunung Bromo di Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Pasuruan mengalami longsor.
Akibat longsor tersebut, jalan yang merupakan satu-satunya akses menuju lautan pasir Gunung Bromo dari arah Kabupaten Pasuruan tertutup total. Longsor dipicu hujan lebat di wilayah Tosari dalam sepekan hari terakhir. Sedangkan lokasi longsor berada di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), masuk Desa Wonokitri, Kecamatan Tosari, Kabupaten Pasuruan.
“Kami berpesan kepada siapapun maupun warga sekitar hingga pengunjung Gunung Bromo tetaplah hati-hati dan waspada, karena saat ini masih musim penghujan,” tambah Tectona Jati. [hil]

Tags: