Suguhkan Presensi Pintar, untuk Atasi Covid-19 Kluster Pendidikan

Dilengkapi dengan pengecekan suhu otomatis, presensi, hand sanitizer otomatis dan riwayat perjalanan, Presentar berhasil raih juara dua Borneo Scientific Fair 4.

Selain Pengukuran Suhu Otomatis, Dilengkapi Riwayat Perjalanan
Surabaya, Bhirawa
Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di sejumlah daerah belum bisa diterapkan. Di khawatirkan, ketika hal itu dipaksakan akan memunculkan kluster baru di lingkungan pendidikan. Menangkap persolan itu, tiga mahasiswa Departemen Teknik Instrumentasi, Fakultas Vokasi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menggagas Alat Presensi Pintar (Presentar) untuk diterapkan di sekolah.
Presentar merupakan sebuah alat yang dirancang dapat melakukan presensi (kehadiran), mendeteksi suhu tubuh, pemberian hand sanitizer otomatis, dan dapat mengetahui riwayat perjalanan seseorang. Ketiga mahasiswa itu Mohammad Jailani, Egik Ardiatmajaya, dan Nanak Cito Tetuko yang tergabung dalam sebuah tim bernama Insforty Team.
“Inovasi ini diangkat dari adanya kasus penyebaran Covid 19 pada sektor pendidikan. Agar tidak terjadi kluster di sekolah, maka diperlukan Protokol Kesehatan (Prokes) yang aman dan otomatis,” ungkap Ketua Insforty Team, Mohammad Jailani.
Mahasiswa yang akrab disapa Jailani ini menjelaskan, alat ini juga dirancang untuk mencegah kontak fisik antara manusia. Tak hanya itu, Presentar juga dilengkapi berbagai keunggulan. Pertama, sistem ini menggunakan masked face recognition, agar presensi tetap dapat dilakukan meskipun menggunakan masker dan tanpa menyentuh benda apapun.
“Sistem masked face recognition yang ada dapat melakukan pengenalan pada wajah bermasker. Ada lima tahapan proses pada sistem ini dengan menggunakan Multi-Task Cascaded Convolution Neural Network (MTCNN) yaitu Facial Image Acquisition, Masked Face Detection Using MTCNN, Image Post-processing, Feature Extraction using FaceNet, dan Face Verification Using SVM. Dengan tahapan ini wajah seseorang akan dapat dikenali secara otomatis dan akurat,” papar pemuda berusia 20 tahun ini.
Jailani menambahkan, alat ini dilengkapi dengan thermal detector yang berfungsi untuk mengetahui suhu tubuh seseorang. Terdapat juga hand sanitizer otomatis agar tangan tetap bersih dan higienis.
Sedangkan untuk mengetahui riwayat perjalanan seseorang, alat tersebut dilengkapi dengan Global Positioning System (GPS) tracking yang akan memonitoring lewat sistem yang didesain berbasis IoT (Internet of Things).
“Harapannya sebelum masuk ke sekolah, sudah dijamin kesterilan seseorang lewat protokol kesehatan otomatis ini,” tutur mahasiswa asal Probolinggo ini.
Pembuatan Presensi selama dua bulan ini, berhasil meraih juara kedua pada Lomba Karya Tulis Ilmiah Nasional Borneo Scientific Fair 4 yang diadakan UKM PP Lisma Universitas Tanjungpura, Januari lalu. Pada kompetisi ini, Insforty Team berhasil mengungguli 10 finalis lainnya yang terseleksi dari 56 paper nasional.
Ke depannya, pihaknya berharap presensi pintar ini bisa terealisasi dan bisa berjalan secara efektif di sekolah-sekolah jika digunakan pada sistem presensi di era normal baru. ”Dengan begitu, sistem presensi ini mungkin bisa diterapkan di berbagai sektor seperti industri maupun perkantoran,” pungkasnya penuh harap. [ina]

Tags: