Sukses ASEAN Para Games

Kontingen tuan rumah (Indonesia) meraih sukses prestasi sekaligus sukses penyelenggaraan ASEAN Para Games ke-11. Pekan ini seluruh bonus atlet Indonesia, akan dibagikan. Tak lekang karena keterbatasan fisik, tak lapuk karena kesederhanaan prasarana. Atlet (difabel) para games tetap mengukir prestasi mengkilap pada ajang pesta olahraga antar bangsa-bangsa se-Asia Tenggara. Sebanyak 1.193 medali direbut habis oleh 12.083 atlet pada 442 nomor pertandingan.

Sebanyak 14 cabang olahraga (Cabor) dilakoni atlet difabel. Namun nampak perkasa, bagai atlet profesional. Tak terkecuali pertandingan atletik, Cabor akuatik, hingga angkat besi, mengalami pecah rekor di stadion Manahan, Solo. Sriyanti (asal Indonesia) memecahkan rekor angkat berat kelas 86 Kg, dengan angkatan terbaik 127 kilogram. Rekor yang telah lama dipegang atlet Filipina, tumbang. Angkat Berat kelas 76 Kg juga mengukir rekor baru.

Pecah rekor juga dicatatkan atlet Indonesia, Tara Athaya Yasykur, pada nomor gaya bebas S12, di stadion Jatidiri, Semarang. Perbaikan waktu tercatat 31,19 detik, jauh melampaui pemegang rekor lama (atlet Thailand) dengan catatan 41,66 detik. Biasa jadi, rekor ini akan bertahan pada ASEAN Para Games ke-12 mendatang, di Kambodia. Begitu pula di nomor team estafet universal team, oleh Nanda Mei (asal Kediri, Jawa Timur) dan Sapto Yogo. Catatan perbaikan waktu menjadi 47 detik.

Penyelenggaraan ASEAN Para Games, merupakan pe-mulia-an terhadap kemanusiaan. Tiada pengecualian terhadap prestasi dan ke-cakap-an. Juga bertujuan persatuan dan kedamaian. Penyelenggaraan ke-11 (kali ini) seharusnya berlangsung di Vietnam, namun mengundurkan diri sebagai tuan rumah. Saat ini Vietnam menempati peringkat ketiga perolehan medali (sebanyak 175 medali). Terdiri dari 63 emas, 58 perak, dan 54 perunggu. Peringkat kedua, diraih Thailand, dengan 312 medali (113 emas, 113 perak, dan 86 perunggu).

Sepanjang ajang ASEAN Para Games, Thailand menjadi negara paling sering (6 kali) menjadi juara umum. Disusul Indonesia (3 kali), dan Malaysia (1 kali saat menjadi tuan rumah pada tahun 2001). Thailand sekaligus mencatatkan sebagai juara umum dengan medali terbanyak (450 keping), pada tahun 2008. Perolehan medali (emas) paling sedikit dialami Laos, disusul Brunei Darussalam. Anggota baru ASEAN Para Games, Timor Leste, cukup berprestasi.

Inilah “orang-orang terkuat” yang mewakili negera-negara di Asia Tenggara. Tetap bangga (dan bahagia) berjalan mengikuti kirap pembukaan yang meriah. Walau dengan kursi roda, bertongkat, berkaki palsu, maupun satu lengan. Seluruh pemimpin negara yang tergabung dalam ASEAN, menga-apresiasi Indonesia sebagai tuan-rumah, sukses mewujudkan ajang yang tertunda, dan nyaris mandeg.

Penyelenggaraan kali ini, kontingen Indonesia meraih podium tertinggi sebagai juara umum, dengan meraih 425 medali diraih atlet Indonesia. Terdiri dari 175 emas, 144 perak, dan 106 medali perunggu. Seluruhnya sembarang medali, karena bisa berbunyi (dan huruf Braille). (Seharusnya) tiada prestasi olahraga level internasional, yang tersia-sia. Peraih medali pada ASEAN Para Games, akan memperoleh bonus pembinaan. Setara dengan peraih medali pada SEA Games.

Bonus diberikan sebesar Rp 500 juta untuk peraih medali emas single, dan Rp 400 juta untuk ganda. Untuk medali perak kategori tunggal, ganda dan beregu masing-masing mendapatkan Rp 300 juta, Rp 240 juta dan Rp 120 juta. Bonus diharapkan bisa menjadi pemicu prestasi, terutama melanggengkan posisi podium tertinggi. Target sudah terlampaui.

Peta jalan prestasi keolahragaan (berbasis kesejahteraan) telah menunjukkan arah yang benar. Men-sejahtera-kan atlet, menjadi kunci sukses. Atlet disabilitas patut memperoleh penghargaan dan pemuliaan setara.

———- 000 ———

Rate this article!
Sukses ASEAN Para Games,5 / 5 ( 1votes )
Tags: