Suku Tengger Ngalap Berkah Gelar Grebeg Tirto Aji

7-FOTO KAKI cyn-9-5-Foto Upacara Grebeg Tirto Aji (1)Kab Malang, Bhirawa
Agenda tahunan budaya yang dikemas dengan upacara Grebeg Tirto Aji, yang dilaksanakan di Taman Wisata Air Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang, dipadati ratusan warga Suku Tengger dari berbagai kabupaten. Seperti Malang, Pasuruan, Probolinggo, dan Lumajang.
Sedangkan dalam Grebeg Tirto Aji itu, warga Suku Tengger ngalap atau meminta berkah dan keselamatan kepada Sang Yang Widi (Tuhan), agar semua manusia diberikan kesucian dalam hidupnya. Dalam acara ritual tersebut warga Suku Temgger mengenakan baju serba hitam yang dipandu dengan kain panjang bercorak batik.
Upacara Grebeg Tirto Aji diawali dengan mengambil air di sendang Widodaren yang berada didalam Taman Wisata  Air Wendit, dengan dipandu oleh seorang dukun Tengger. Selain, mengambil air di sendang tersebut, mereka juga memanjatkan serangkaian doa-doa, serta menaburkan bunga setaman di area sendang, yang diiringi dengan tarian yang menggambarkan turunnya bidadari dari kayangan. Dan air yang didalam sendang itu merupakan air sumber utama di area wisata wendit, yang diyakini oleh warga Suku Tengger sebagai air suci.
“Saya dan keluarga mengikuti upacara ritual Grebeg Tirto Aji di Taman Wisata Air Wendit ini, untuk meminta berkah dan keselamatan. Saya dan warga yang lainnya selalu mengikuti upacara tersebut, dan selalu mengambil air suci,” kata salah satu warga Desa Ngadas, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang Pamudji, Kamis (8/5), disela-sela mengikuti upacara Grebeg Tirto Aji di Taman Wisata Air Wendit.
Karena, menurut dia, air suci itu selain bisa digunakan untuk berbagai kesembuhan penyakit, juga bisa untuk membuat awet muda, serta bisa menyuburkan tanaman pertanian. Sebab, masyarakat Suku Tengger selama ini mayoritas sebagai petani, dan Suku Tengger juga mayoritas menganut agama Hindu.
Sampai saat ini, kata Pamudji, masyarakat Desa Ngadas meyakini bahwa di sumber air utama didalam area wisata wendit itu merupakan tempat berkumpulnya para dewa. Sehingga tempat tersebut dikeramatkan yang tidak hanya oleh masyarakat Suku Tengger saja, namun juga oleh masyarakat di sekitar Taman Wisata Air Wendit.
Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kabupaten Malang Made Arya Wedanthara membenarkan, jika upacara Grebeg Tirto Aji selalu digelar setiap tahun oleh masyarakat Suku Tengger. Sedangkan upacara tersebut bukan hanya sebagai bentuk ngalap berkah dan keselamatan pada masyarakat Suku Tengger, namun itu juga salah satu budaya yang dimiliki oleh masyarakat kita. Sehingga budaya Grebeg Tirto Aji harus kita lestarikan.
Ia melanjutkan, Grebeg Tirto Aji ini mempunyai nilai budaya yang cukup tinggi, karena adanya perpaduan budaya Jawa dan Bali. Sehingga Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang melestarikan budaya yang dimiliki masyarakat Suku Tengger itu. “Sehingga sumber air utama dalam Taman Wisata Air Wendit, yang saat ini dikelola Disbudpar, sebagai tempat wisata ritual, sebab lokasi tersebut memiliki nilai ritual,” tandasnya. [cyn]

Keterangan Foto : Warga Suku Tengger saat menggelar Upacara Grebeg Tirto Aji di Taman Wisata Air Wendit, Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang. [cyn/bhirawa]

Tags: