Sungai Avur Meluap, 296 Rumah di Desa Tempuran Mojokerto Terendam

Tampak dalam foto genangan air di desa Bekucuk akibat luapan sungai avur watudakon.

Mojokerto. Bhirawa
Sebanyak 296 rumah warga Desa Tempuran Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto, kembali direndam air, akibat meluapnya Sungai Avur Watudakon.Selasa (5/1).

Ke 296 rumah yang terendam ini, berasal di dua dusun yakni dusun tempuran sebanyak 58 rumah sedagkan 238 berada di dusun Bekucuk. merendam Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk, Desa Tempuran, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini mengatakan, terhitung mulai Senin kemarin, air luapan itu merendam dua dusun di Desa Tempuran terendam banjir yakni Dusun Tempuran dan Dusun Bekucuk.

“Di Dusun Tempuran ada 58 rumah terendam, sementara di Dusun Tempuran ada 238 rumah,”

Dengan ketinggian di dalam rumah mulai 15 cm sampai 35 cm. Air banjir juga merendam halaman Balai Desa Tempuran dengan ketinggian antara 35 cm sampai 45 cm.

“Di SDN Tempuran juga tergenang dengan ketinggian air antara 35 cm sampai 45 cm, gereja antara 40 cm sampai 50 cm, halaman Masjid Al Hikma antara 15 cm sampai 25 cm, jalan Dusun Bekucuk antara 35 cm sampai 45 cm. Sementara area persawahan dengan tanaman padi milik warga yang terendam kurang lebih 10 hektar, itu pada awal luapan senin kemarin” katanya.

Mengatasi hal ini BPBD kabupaten Mojokeeto , sudah melakukan penaganan bersama dengan Dinas Sosial (Dinsos) untuk mendirikan dapur umum di lokasi. Pihaknya juga koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk mendirikan MCK darurat. Sementara dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) untuk mendirikan posko kesehatan.

“Kita buat SK Tanggap Darurat Bencana Hindrometeorologi dan Posko Tanggap Darurat. Kami juga berkoordinasi dengan TNI/Polri dan Satpol PP untuk pengamanan di wilayah terdampak serta dengan Destana dan Potensi Relawan untuk membersihkan sampah karena sampai saat ini banjir belum surut,jelasnya.(min)

Tags: