Surabaya Zona Merah, Usulkan ke Kemenkes Percepat Rekrutmen Relawan Nakes

foto ilustrasi

Surabaya, Bhirawa
Wakil Wali Kota Surabaya Armuji mengusulkan ke Kementerian Kesehatan agar mempercepat rekrutmen relawan tenaga kesehatan menyusul Kota Pahlawan, saat ini masuk zona merah Covid-19.
“Kami mengusulkan agar ada percepatan penetapan dari Kemenkes, sehingga dapat menutupi kekurangan nakes,” kata Armuji saat rapat koordinasi penanganan Covid-19 secara daring bersama Kemenkes di Surabaya, Rabu (21/7).
Diketahui Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jatim menyampaikan 33 dari 38 kabupaten/kota di provinsi itu saat ini berstatus zona merah atau berisiko tinggi terhadap penyebaran virus corona termasuk Kota Surabaya.
Untuk itu, kata dia, Pemkot Surabaya mengambil langkah cepat dengan menggelar Rapat Koordinasi bersama Pusat Perencanaan dan Pemberdayaan SDM Kesehatan Kemenkes. Rapat tersebut membahas percepatan usulan penetapan Kota Surabaya sebagai Wahana Internship.
apat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Wawali Armuji itu juga dihadiri anggota Komisi D DPRD Surabaya, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Surabaya, Dinas Kesehatan Jatim dan Dekan Fakultas Kedokteran Se-Kota Surabaya.
Armuji berharap dalam penanganan Covid-19 di Kota Surabaya dapat berkolaborasi dengan Program Internship Dokter Indonesia (PIDI) Tahun 2021 sesuai dengan Surat Kepala PPSDMK Kemenkes.
“Saat ini puskesmas beroperasi 24 jam melayani warga yang terinfeksi Covid-19. Per 20 Juli 2021 level risiko sudah menjadi zona merah, kami butuh langkah cepat,” katanya.
Pada kesempatan itu, dirinya juga menyampaikan usulan Kota Surabaya melalui Program Internship Dokter Indonesia periode Agustus 2021 sebanyak 60 orang di antaranya RSUD Soewandhie, RSUD Bhakti Dharma Husada, RSAL Dr. Ramelan, RS Marinir Ewa Pangalila dan RS Bhayangkara.
“Kami juga telah menyiapkan hak-hak dokter yang Internship. Kalau Insentif disiapkan Kemenkes kami akan siapkan kebutuhan yang menjadi kewajiban Pemkot Surabaya,” ujarnya. [ant]

Tags: