Surat Edaran Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Diprotes PKL Alun-alun

Forkompimda Batu saat melakukan Apel Gelar Pasukan Pengamanan Natal dan Tahun Baru di alun- alun Kota Batu.

Kota Batu, Bhirawa
Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa mangkal di Alun-alun Kota Batu tak bisa menggelar dagangannya di tempat tersebut pada hari pergantian tahun. Sebagai gantinya, mereka diberi kesempatan berjualan di sepanjang Jl.Panglima Sudirman yang selama ini steril dari PKL.

Hal ini sebagai bentuk toleransi Pemkot Batu yang melakukan sterilisasi kawasan alun-alun sebagai jantung kota pada hari pergantian tahun. Diketahui, Pemkot Batu membuat kebijakan akan menutup kawasan Alun-alun Kota Batu pada 31 Desember dimulai pukul 09.00 WIB hingga tanggal 1 Januari 2021 pukul 01.00 WIB. Kebijakan ini dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Batu nomor 003/3803/422.011/2020 yang diterbitkan tanggal 22 Desember 2020.

Menanggapi SE Wali Kota ini, Ketua Paguyuban PKL Alun-alun Kota Batu, Puspita Herdysari mengatakan bahwa pelarangan PKL berjualan di malam tahun baru sangat merugikan para PKL. “Mengapa yang dilarang kok malah rakyat kecil, sedangkan pengusaha besar pemilik hotel, cafe, tempat- tempat wisata lain diperkenankan beroperasi. Malam tahun baru itu hari kemerdekaannya PKL, itu waktu yang diimpi-impikan PKL,” ungkap Puspita, Minggu (27/12).

Pada hari pergantian tahun, katanya, jika para PKL dilarang berjualan maka semua usaha juga harus tutup. Jadi dilakukan lockdown sehari untuk Kota Batu. Para PKL berasumsi, adanya penutupan alun-alun dan pelarangan PKL berjualan di kawasan itu hanya akan menimbulkan kerumunan di titik lain.

“Jika penutupan dan larangan PKL berdagang di alun- alun bertujuan menghindari kerumunan, seharusnya tempat- tempat yang lain juga ditutup agar tidak terjadi peralihan kerumunan,” protes Puspita. Akhirnya, para PKL alun- alun menyatakan enggan dipindahkan ke kawasan Jl.Sudirman. Ketidaksediaan ini juga untuk menghindari adanya konflik antar PKL.

Dijelaskan Puspita bahwa perpindahan PKL alun- alun ke Jl Sudirman akan berpotensi memicu perselisihan dengan PKL yang terlebih dulu berjualan di area tersebut. “Ketika ada PKL berpindah hingga satu kilometer saja dengan menempati tempat yang sudah ada PKLnya maka akan berpotensi menimbulkan konflik. Apalagi jika kedua PKL tersebut tidak saling akrab,”jelas Puspita. Karena itu pihaknya akan tetap berjualan sebelum ada surat resmi yang melarang mereka.[nas]

Tags: