Suwaji: Puluhan Desa di Kabupaten Malang Belum Salurkan BLT DD

Kepala DPMD Kab Malang Suwaji

Kab Malang, Bhirawa
Puluhan desa di Kabupaten Malang yang hingga kini masih ada yang belum menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT DD), yang anggarannya bersumber dari Kementerian Desa (Kemendes).

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Malang Suwaji, Selasa (2/6), kepada wartawan membenarkan, jika penyaluran BLT DD di Kabupaten Malang belum kesemuanya disalurkan. Sedangkan dari 378 desa yang ada di Kabupaten Malang, masih terdapat 39 desa yang belum menyalurkan BLT DD tersebut. Selain itu, Kemendes juga masih menyisahkan 45 desa yang belum tersentuh bantuan.    

Seharusnya, dia melanjutkan, BLT DD itu sudah diterima pada bulan April 2020, tapi ada yang belum menerima. Karena ada dua alasan, pertama ada 27 desa yang DD tahap satu sudah terlanjur habis, sehingga nunggu tahap dua. Sedangkan untuk yang 12 desa masih dalam proses verifikasi data Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Dan verifikasi yang dilakukan 12 desa itu, karena ditakutkan adanya data double. “Untuk saat ini masih dalam proses pengecekan data yang sudah diserahkan ke Pemerintah Pusat, yakni untuk mendapatkan Bantuan Sosial Tunai (BST) dari Kementerian Sosial (Kemensos),” terangnya.

Suwaji mengatakan, bantuan yang diberikan oleh Pemerintah Pusat ditengah pandemi Corona Virus Disease (Covid-19), yakni untuk meringankan beban masyarakat, terutama yang terdaftar sebagaio penerima KPM. Sehingga hal itu diperlukan verifikasi data agar penerima KPM tidak mendapatkan bantuan double, baik itu dari BLT DD maupun BST. Dan saat ini masih proses verifikasi, jika nanti ada yang double bisa langsung dialihkan ke DD, dan dirinya berharap dalam  Minggu ini sudah ada yang dicairkan.

Untuk proses pencarian DD ditahap ke dua ini, jelas dia, lebih cepat dari tahap pertama. Karena 27 desa sudah mengajukan pengajuan BLT DD yang dikoordinir oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Sehingga tidak usah lagi persetujuan desa, tapi langsung diberikan oleh Pemkab. “Saat ini sudah kami ajukan pengajuan pencairannya untuk 27 desa. Dan untuk warga di 39 desa juga nantinya akan tetap menerima bantuan uang sebesar Rp 600 ribu setiap bulan selama tiga bulan,” paparnya. [cyn]

Tags: