Syukuran Tumpeng Nasi Kuning

Indriyah Purwaningsih

Indriyah Purwaningsih
Sebagai rasa syukur kepada Allah SWT, setelah berhasil memperoleh predikat wilayah bebas korupsi atau WBK pada 2021 lalu, para pimpinan dan staf di Badan Pusat Statistik (BPS) Sidoarjo segera melakukan syukuran dengan membuat tumpeng nasi kuning.
“Rasa bahagia teman-teman tidak terhingga. Karena baru pada tahun ketiga kami baru bisa mewujudkan pengakuan ini dari tim penilai KemenPAN dan RB untuk mewujudkan,” ujar Kepala BPS Sidoarjo, Ir Indriyah Purwaningsih MT, belum lama ini.
Kenapa dengan tumpeng nasi kuning?. Menurut Bu Indri, sapaan ibu dari dua orang putri itu, karena tumpeng nasi kuning dibuat dengan sejumlah proses yang lebih rumit dan panjang. Bila dibandingkan dengan membuat tumpeng nasi putih biasa.
Proses membuat tumpeng dengan nasi kuning yang panjang itu, diibaratkan sama dengan proses panjang dari BPS Sidoarjo untuk bisa mewujudkan kondisi WBK di lingkungan kerja mereka. Diceritakannya, untuk mendapatkan pengakuan WBK ini, para pimpinan dan staf BPS Sidoarjo telah mengawalinya sejak 2019 lalu.
Walau usaha pertama itu sempat gagal, para pimpinan dan staf tidak patah semangat. Tetap dilanjutkan pada usaha kedua pada tahun 2020 lalu. Namun apa boleh dikata, masih tetap masih tetap gagal juga. “Dengan tetap semangat, akhirnya doa dan usaha positip dari kami ini, akhirnya dikabulkan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa,” kata mantan Kepala BPS Kabupaten Jember itu.
Indriyah berharap pengakuan WBK tidak hanya cuma diatas kertas piagam saja. Namun juga direalisasikan dalam bentuk nyata. Yakni bisa benar-benar menjadi wilayah yang bebas korupsi dan bisa meningkatkan pelayanan publik dari BPS kepada masyarakat. “Mumpung semangat kami masih belum redup, kami tahun ini juga akan mempersiapkan diri untuk bisa meningkatkan pengakuan ini menjadi WBBM,” tandasnya. [kus.iib]

Rate this article!
Tags: