Tabrakan Maut di Sampang, 6 Tewas

Seorang warga menyaksikan bangkai truk elpiji dan mobil pikup di Polres Sampang yang ludes terbakar usai mengalami kecelakaan  di Jalan Raya Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Minggu (6/7).  Kecelakaan ini menyebabkan enam orang tewas.

Seorang warga menyaksikan bangkai truk elpiji dan mobil pikup di Polres Sampang yang ludes terbakar usai mengalami kecelakaan di Jalan Raya Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Minggu (6/7). Kecelakaan ini menyebabkan enam orang tewas.

Sampang, Bhirawa
Kecelakaan maut kembali terjadi. Sebanyak enam orang tewas dalam kecelakaan lalu lintas yang terjadi di Jalan Raya Taddan Kecamatan Camplong Kabupaten Sampang, Minggu (6/7) sekitar pukul 05.00.
Selain menyebabkan enam orang tewas terpanggang, tabrakan maut antara pikap bernomor polisi M 9345 GB dengan truk pengangkut elpiji bernomor polisi M 8940 UG di Kecamatan Camplong, itu juga menyebabkan empat orang lainnya luka-luka dan dua orang di antaranya parah.
Kapolres Sampang AKBP Imran Edwin Siregar dalam keterangan persnya di sela-sela acara pengamanan hitung ulang di BLK Sampang menjelaskan kecelakaan terjadi sekitar 5 kilometer ke arah timur Kota Sampang. “Peristiwanya pagi,  tidak banyak saksi yang melihat. Tetapi benar ada 6 korban tewas dalam kecelakaan ini,” kata AKBP  Imran Edwin Siregar.
Keenam orang yang tewas dalam kecelakaan lalu lintas itu masing-masing sopir pikap Kurdiyanto (37), warga Desa Perreng Kecamatan Burneh Bangkalan, H Syamsul Arifin (53), warga Dusun Klabangan Desa Klabangan Kecamatan Blega, Bangkalan, dan Nurul (35), warga Desa Baban, Kecamatan Blega Bangkalan.
Tiga korban meninggal dunia berikutnya masing-masing Nurul Hidayat (11), warga Desa Baban Kecamatan Blega, dan Fais (4), warga Desa Baban Blega Hajah Rokayyah (50), warga Desa Baban Kecamatan Blega Bangkalan.
Adapun korban selamat dalam kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan enam orang tewas itu masing-masing Hepy Indah (6), warga Desa Baban Bangkalan. Gadis ini menderita luka bakar serius di bagian wajah, tangan dan kakinya. Lalu Diah Ayu Ramadhani (27), warga Desa Baban, Bangkalan dan yang terakhir Abdus Syukur (34), warga Desa Pangeranan Kecamatan Kota Bangkalan yang tak lain kernet truk pengangkut elpiji itu.
“Dari empat korban luka-luka itu, hanya dua di antaranya yang dirujuk ke rumah sakit, karena sangat parah, sedangkan dua korban luka-luka lainnya, menurut laporan petugas kami di lapangan, itu sudah diperbolehkan pulang,” kata Kapolres Imran Edwin Siregar.
Sopir truk Meiriyanto Prastio Hadi (43), warga Desa Pangeranan Kecamatan Kota Bangkalan juga selamat dalam musibah itu. “Untungnya truk pengangkut elpiji ini sedang kosong. Sebab kabarnya masih akan mengambil elpiji di Camplong. Jika saja ada elpijinya, kemungkinan kebakarannya akan parah,” kata AKBP  Imran Edwin Siregar.
Sementara, kedua kendaraan bermotor yang terlibat kecelakaan lalu lintas dan menyebabkan enam orang tewas itu, kini diamankan di kantor Satuan Lalu Lintas Polres Sampang.
Tabrakan maut antara pikap dan truk diduga terjadi karena mobil bak terbuka pengangkut delapan orang itu tiba-tiba oleng.  Sopir pikap bernama Kurdiyanto tidak mampu mengendalikan kendaraanya yang melaju dalam kecepatan tinggi sehingga menghantam truk elpiji yang melaju dari arah berlawanan. Dugaan ini muncul berdasarkan cerita Abdus Syukur (34), awak truk yang selamat dalam kecelakaan maut tersebut.
“Yang saya ingat, pikap putih itu berjalan oleng hingga masuk ke jalur truk kami di lajur kanan, lalu tabrakan keras terjadi,” kata Syukur saat ditemui di Kepolisian Sektor Kota Sampang.
Setelah tabrakan terjadi, kaca depan truk elpiji pecah. Pecahnya kaca tersebut menyelamatkan nyawa Syukur dan sopir truk, Meiriyanto. “Kami langsung loncat dan menyelamatkan diri,” ujar Syukur.
Namun nahas bagi penumpang pikap. Setelah tabrakan terjadi, pikap langsung terguling dan terbakar. Dari delapan penumpang pikap, hanya dua orang yang selamat. Sisanya hangus terbakar, termasuk sopir. “Kami tidak sempat menolong karena terguling dan terbakarnya bersamaan. Tidak ada jeda,” kata Syukur.
Kecelakaan ini juga mengundang reaksi Kapolda Jatim Irjen Pol Unggung Cahyono. Orang nomor satu di Polda Jatim ini meninjau lokasi kecelakaan lalu lintas yang menyebabkan enam orang meninggal dunia di Jalan Raya Desa Taddan Kecamatan Camplong.
Kapolda bersama rombongan datang secara langsung ke lokasi kecelakaan itu, setelah meninjau pelaksanaan penghitungan suara ulang di Balai Latihan Kerja Sampang yang digelar oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) setempat. “Kami masih akan mendatangkan tim laboratoriun forensik guna meneliti penyebab yang sebenarnya kecelakaan yang ini,” kata Unggung Cahyono.
Di lokasi kecelakaan lalu lintas itu, Kapolda memantau secara saksama bekas pergerakan kedua mobil yang terlibat tabrakan itu, hingga akhirnya terbakar dan menyebabkan enam orang meninggal dunia.”Korban yang meninggal dunia dalam kecelakaan lalu lintas itu semuanya berasal dari Bangkalan, dan mereka tewas terpanggang di mobil pikap yang dikemudikannya itu,” terang Kapolda.
Hingga sekitar pukul 16.30 kemarin, masih banyak warga sekitar yang melibat lokasi kejadian dan tempat kedua mobil yang terlibat tabrakan itu terbakar. Polisi telah memasang garis polisi di lokasi terbakarnya mobil yang terlibat tabrakan itu.
Hasil identifikasi sementara yang dilakukan polisi dari satuan lalu lintas Polres Bangkalan menyebutkan, pikap bernomor polisi M 9345 GB yang dikemudikan oleh Kurdiyanto (37), warga Desa Perreng, Kecamatan Burneh, Bangkalan melaju dari arah timur menuju arah Kota Sampang dengan kecepatan tinggi.
Dari arah yang berlawanan sebuah mobil truk pengangkut elpiji bernomor polisi M 8940 UG yang dikemudikan oleh warga bernama Meiriyanto Prastio Hadi (43), warga Desa Pangeranan Kecamatan Kota Bangkalan juga melaju kencang. Sesampainya di lokasi kejadian, mobil pikap yang mengangkut delapan orang itu, tiba-tiba oleng ke tengah jalan, sehingga tertabrak truk pengangkut elpiji.
Benturan keras dengan kecepatan yang sama-sama tinggi menyebabkan mobil pikap terpelanting jauh bersama dengan truk pengangkut elpiji itu, hingga akhirnya menyebabkan kebakaran. Jadi korban yang enam orang itu memang tewas karena terpanggang. [lis]

Rate this article!
Tags: