Tahap Awal, Kabupaten Malang Bakal Terima Puluhan Ribu Vaksin Covid-19

Kepala Dinkes Kab Malang drg Arbani Mukti Wibowo. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Pemerintah Indonesia pada beberapa hari lalu sudah mendatangkan vaksin Corona Virus Disease (Covid-19), sehingga vaksin tersebut didistribusikan ke beberapa daerah. Seperti Kabupaten Malang dalam tahap awal akan menerima sebanyak 10.556 dosis vaksin.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang drg Arbani Mukti Wibowo, Minggu (10/1), kepada wartawan mengatakan, vaksin Covid-19 yang akan kita terima tahap pertama terlebih dahulu diperuntukkan kepada 5.278 tenaga kesehatan (nakes) se-Kabupaten Malang. Karena pemerintah telah memprioritaskan kepada nakes,

karena nakes sebagai petugas kesehatan yang terdepan dalam penanganan Covid-19. “Jika garda terdepan terinveksi Covid-19, maka dikhawatirkan penanganan Covid-19 akan terganggu,” ujarnya.

Menurut dia, selain nakes terlebih dahulu mendapatkan vaksin tersebut, TNI/Polri  serta petugas pelayanan publik juga diprioritaskan untuk di vaksin pertama kali agar tidak tertular virus. Karena jika ada petugas dari tiga tiga unsur itu terinveksi Covid-19, maka tugas negara terbelengkai. Contoh, jika TNI/Polri terpapar virus, tentunya akan berdampak pada masalah sosial, sehingga pelayanan publik akan terganggu.

“Setelah nakes dan tiga unsur itu di vaksin, selanjutnya peserta Badan Penyelenggaran Jaminan Sosial (BPJS). terkecuali peserta BPJS yang memiliki riwayat komorbid atau penyakit bawaan, seperti jantung, diabetes, gagal ginjal, obesitas, ibu hamil dan balita tidak oleh di vaksin Covid-19,” jelas Arbani.

Dia menyebutkan, proses vaksinasi dilakukan dengan sejumlah tahapan dan prosedur, diantaranya verifikasi data kesehatan di pusat dan nantinya pada saat pelaksanaan ada empat meja dalam proses vaksinasi. Sedangkan pada meja pertama, dilakukan registrasi kembali data kesehatan untuk memastikan apakah benar yang bersangkutan menjadi data sasaran dari pusat. Meja kedua, dilakukan wawancara untuk mengetahui apakah yang bersangkutan dalam kondisi sehat atau sakit, dan  apabila dalam kondisi sakit tidak boleh di vaksin.

Dan meja ketiga, lanjut Arbani, yakni tempat untuk dilakukannya vaksinasi dengan cara suntik. Dan setelah disuntik vaksin, selanjutnya diarahkan ke meja keempat untuk diobservasi selama 30 menit, yaitu guna untuk mengetahui apakah ada reaksi atau kejadian pasca imunisasi. “Tujuannya untuk antisipasi adanya kontra indikasi atau efek samping usai di vaksin. Hal tersebut dilakukan sesuai dengan Standard Operasional Procedure (SOP),” papar dia.

Ditambahkan, apabila jika ada kejadian pasca imunisasi, yang jelas akan secepatnya akan ditangani oleh dokter spesialis yang sudah kita siapkan. Sehingga nantinya masyarakat yang akan mendapatkan suntikan vaksin Covid-19, tidak perlu takut. Sebab, proses pelaksanaan vaksinasi dilakukan dengan prosedur kesehatan. Apalagi sebelum mendapatkan suntikan vaksin, vaksinator akan terlebih dahulu akan melakukan simulasi.

“Kami memiliki 52 fasilitas kesehatan (fakes) yang tersebar di 39 puskesmas, dan ditambah 12 rumah sakit, serta kantor kesehatan di wilayah pelabuhan. Seperti Pelabuhan Ikan Pantai Sendangbiru dan Bandara Abdulrachman Saleh Malang,” pungkas Arbani. [cyn]

Tags: