Tahapan Kampanye Berakhir, Bawaslu Kabupaten Malang Tertibkan APK Paslon

Bawaslu Kab Malang bersama dinas terkait saat menurunkan APK ketiga Paslon Bupati Malang di wilayah Kec Bululawang, Kab Malang. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Tahapan kampanye Pasangan Calon (Paslon) Bupati Malang yang maju di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Malang 2020 sudah berakhir atau memasuki masa tenang, pada 6 Desember 2020. Maka Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) kabupaten setempat, menurunkan Alat Peraga Kampanye (APK) ketiga Paslon Bupati Malang, yakni Nomor Urut 1 HM Sanusi-Didik Gatot Subroto (SanDi), Paslon Nomor 2 Lathifah Shohib (LaDub), dan Paslon Nomor Urut 3 Heri Cahyono-Gunadi Handoko (Malang Jejeg).

Koordinator Divisi Penindakan Bawaslu Kabupaten Malang George da Silva, Minggu (6/12), saat dihubungi melalui telepon selulernya mengatakan, jika pada hari Minggu (6/12), pihaknya bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Malang, yang juga dipantau langsung oleh Anggota Polres Malang dan Kodim 0818 Kabupaten Malang/Kota Batu, hmenertibkan APK ketiga Paslon Bupati Malang diberbagai titik yang tersebar di wilayah Kabupaten Malang.

“APK ketiga Paslon Bupati Malang yang yang kita tertibkan itu, karena tahapan masa kampanye yang diselenggarakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Malang telah berakhir. Sehingga per tanggal 6 Desember 2020 hingga pencoblosan paslon pada 9 Desember 2020 masa tenang,” jelasnya.

Masih dia jelaskan, dalam menertibkan APK ketiga Paslon Bupati Malang, kita   

bagi dua regu, yakni ke wilayah Utara dipimpin oleh dirinya. Dan yang ke wilayah Selatan dipimpin oleh Ketua Bawaslu M Wahyudi. Dengan membagi dua regu, diharapkan dalam waktu empat hari atau H-1 APK yang tersebar di kabupaten Malang bisa tuntas untuk diturunkan. Sedangkan APK yang kita tertibkan, seperti baliho, benner maupun spanduk yang bergambar paslon.

Menurut George, APK yang kita tertibkan pada hari pertama masa tenang sementara masih sebanyak 58 buah APK . Rinciannya, APK Paslon Bupati Nomor Urut 1 SanDi sebnyak 21 buah, Paslon Nomor Urut 2 LaDub sebanyak 7 buah dan Paslon Nomor Urut 3 Malang Jejeg sebanyak 30 buah.  Dan jika nantinya ada APK yang belum kita turunkan, hal ini disebabkan keterbatasan alat, karena APK tersebut tidak bisa diturunkan secara manual. 

“Ada APK yang tidak bisa diturunkan secara manual terdapat 6 buah APK, seperti Paslon 1 sebanyak 5 buah, Paslon 2 ada 1 buah, dan untuk Paslon 3 tidak ada. Artinya, rata-rata APK yang terpasang harus diturunkan menggunakan alat,” ungkapnya.  

Dijelaskan, untuk mempercepat pencopotan APK Paslon Bupati Malang, maka pihaknya sudah mengirimkan surat kepada pihak Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga (DPUBM), Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKPCK) dan Dinas Pengairan dan Sumber Daya Mineral (DPSDM) Kabupaten Malang, khususnya APK yang dipasang di pohon. Karena untuk bisa mencopot APK tersebut harus menggunakan alat, sedangkan yang punya alat itu dinas tersebut.  

“Kami sudah mengajukan bantuan pencopotan APK paslon kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang Wahyu Hidayat melalui WhatShapp (WA), dan jawabannya oke. Sedangkan penertiban APK Paslon Bupati Malang akan terus kita lakukan hingga pemungutan suara,” papar George, yang juga mantan wartawan. [cyn] 

Tags: