Tahun 2021 Situbondo Terapkan Sistem Pembelajaran Daring

Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Achmad Djunaidi (tengah) dan Wabup Yoyok Mulyadi dalam suatu acara bersama PGRI Situbondo beberapa waktu lalu. [sawawi]

PTM Menunggu Hasil Evaluasi Lengkap Satgas Covid-19
Situbondo, Bhirawa
Tahun ajaran semester genap 2021, Dinas Pendidikan dan kebudayaan (Dispendikbud) Kabupaten Situbondo hingga kini masih menerapkan sistem pembelajaran Daring (Dalam Jaringan).
Artinya hingga pertengahan Bulan Januari 2021 ini seluruh tingkatan pendidikan mulai TK/SD/SMP baik negeri maupun swasta masih menerapkan Daring. Untuk menerapkan sistem Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Dispendikbud Kabupaten Situbondo masih menunggu hasil evaluasi Satgas Covid 19 Kabupaten Situbondo.
Menurut Kepala Dispendikbud Kabupaten Situbondo, Achmad Djunaidi, kebijakan penerapan Daring dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Nomor 420/9886/431.201.3.2/2020. SE berisi tentang pemberitahuan tindak lanjut pembelajaran semester genap bagi satuan pendidikan tahun 2020/2021 pada masa pandemi Covid 19 di Kabupaten Situbondo.
Djunaidi menegaskan, SE ditujukan kepada Korwil Bidang Pendidikan Kecamatan, pengawas TK/SD/SMP dan Penilik, serta para Kepala SD/SMP negeri dan swasta. Dan Kepala SKB (Sanggar Kegiatan Belajar) dan Kepala/Pengelola PAUD, serta Ketua PKBM (Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat) Situbondo mengikuti anjuran ini.
“Para pimpinan atau pengelola LKP juga kami minta mengikuti SE ini,” jelas Djunaidi.
Djunaidi menambahkan, kebiajakan ini dikeluarkan karena mengacu pada SKB Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Agama, Menteri Kesehatan dan Menteri Dalam Negeri Nomor 04/KB/2020; Nomor 737 tahun 2020, Nomor HK.01.08/Menkes/7093/2020 dan Nomor 420/3987/2020 tahun 2020 tertanggal 20 Noveber 2020.
“Disana diatur tentang panduan penyelenggaraan pembelajaran tahun 2020 – 2021 dimasa pandemi Covid 19,” ujar Djunaidi.
Dengan mempertimbangkan penyeberan Covid 19 di Kabupaten Situbondo, maka pembelajaran pada semester genap dilaksanakan dengan sistem Daring. ”Kami terus meningkatkan koordinasi, komunikasi, kolaborasi, sinergibersama komite sekolah, serta wali murid dalam penegakan protokol kesehatan,” tandas Djunaidi. [awi]

Tags: