Tak Ada Kasus Anak di Bondowoso Kecanduan Gawai di Era Belajar Online

Foto: ilustrasi

Bondowoso, Bhirawa
Semenjak adanya kebijakan para siswa melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) atau sekolah daring. Membuat para siswa lebih sering berhadapan dengan gadget, utamanya gawai kala belajar. Hal ini dilakukan untuk menekan penyebaran Corona Virus Disiase 2019 (Covid-19) yang juga mempandemi di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur ini.
Dengan situasi seperti ini, gawai merupakan sarana penunjang belajar online. Namun, bila dalam penggunaannya melampaui batas, maka bisa mengakibatkan masalah serius, yakni kecanduan gawai.
Tetapi, sejauh ini di Kabupaten Bondowoso masih belum ada kasus anak kecanduan gawai di era belajar online saat ini. Dan proses evaluasi masalah kecanduan gawai pun masih terbilang sulit.
Menurut Psikiater RSU dr Koesnadi Bondowoso, dr Dewi Prisca Sembiring Sp KJ, dikonfirmasi, Sabtu (16/1), ada dua kemungkinan, anak – anak dan remaja memegang gawai karena kecanduan ataukah untuk melakukan pembelajaran. Itu sulit sekali dievaluasi.
Dr Dewi menjelaskannya, yang bisa dilihat dalam munculnya tanda kecanduan gawai adalah adanya perubahan perilaku. Dimana perubahan perilaku itu sendiri baru bisa terlihat berbulan – bulan, tidak terhitung dengan waktu yang singkat. Adapun perilaku yang terlihat kata dia, yakni di antaranya tugas-tugas mereka terbengkalai, yang tak bisa membendung emosi, dan antisosial.
“Kami bisa mediagnosa ketika ada perubahan perilaku. Kalau sudah ada perubahan perilaku harus segera dibawa ke psikiater agar mendapat penanganan,” jelas Dewi Prisca.
Ia menerangkan, apabila ada yang kecanduan gawai dan masalah itu tidak cepat ditangani, maka akan mengalami dampak yang buruk dan bisa lebih parah. Bahkan bisa jadi sampai kerah kriminal.
Mengapa demikian, karena mereka akan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan dan memenuhi kesenangannya. ”Contohnya, mereka mencuri uang orang tua untuk membeli pulsa dan berbohong. Perilaku buruk ini bisa terbawa hingga dewasa kelak kalau tak ada penanganan,” terangnya.
Dr Dewi berharap kepada para orang tua, agar terus mengontrol dan mengawasi penggunaan gawai pada anak. Ia pun memberikan tips pada orang tua agar anak tidak kecanduan gawai pada musim belajar daring saat ini. Agar orang tua mendampingi dan memberikan waktu pada anak dalam penggunaan gawai. Dan memberikan aktivitas yang lain, misalkan anak suka bergambar atau pun membaca. Maka orang tua bisa menyediakan terlebih dahulu alat yang dibutuhkan.
“Sebaiknya, orang tua mendampingi anaknya saat anak menggunakan gawai. Penggunaan gawai dibatasi waktunya dan diganti dengan aktivitas lain. Itu juga untuk menjalin kedekatan antara orangtua dan anak,” paparnya.
Selain itu, jika orang tua yang sibuk bekerja, maka ia pun berharap agar dapat menyempatkan dalam waktu luangnya untuk menjalin komunikasi dengan anak. ”Bagi orang tua yang bekerja, selalu jalin komunikasi dengan sang buah hati di waktu senggang,” urainya. [san]

Tags: