Tak Daftar SKB, Pelamar CPNS Tetap Bisa Ikuti Tes

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis

Pemprov Jatim, Bhirawa
Seleksi Kompetensi Bidang (SKB) bagi pelamar CPNS bakal segera digelar. Hal ini setelah panitia seleksi nasional (Panselnas) melakukan pemetaan lokasi SKB melalui pendaftaran secara daring di sscn.bkn.go.id.
Untuk pelamar di Pemprov Jatim, tercatat sebanyak 4.658 peserta yang telah memilih lokasi SKB. Dari jumlah tersebut, mereka akan mengikuti ujian di 22 titik lokasi se Indonesia. Namun, dari jumlah tersebut masih terdapat 120 peserta yang tidak menentukan lokasi ujian.
Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jatim Nurkholis menuturkan, terdapat perubahan mekanisme dalam SKB CPNS tahun ini. Yaitu, peserta diminta melakukan pemilihan lokasi tes untuk pemetaan lokasi dan peserta SKB. Hal ini seiring dengan situasi pandemi Covid-19 yang diharapakan dapat mengurangi pergerakan peserta dari luar daerah maupun luar provinsi. Misalnya, pelamar CPNS Pemprov Jatim ada yang berasal dari Kalimantan, mereka tidak perlu datang ke Jatim untuk SKB.
“Mereka bisa memilih, akan ujian di kantor regional BKN yang terdekat dengan wilayahnya, atau bisa juga ke datang ke Jatim. Tapi, prinsipnya dengan adanya pendaftaran lokasi ini diharapkan mereka bisa ujian di dekat tempat tinggalnya,” tutur Nurkholis, Senin (10/8). Mekanisme ini, lanjut dia, berbeda dengan tahun lalu yang mewajibkan peserta untuk datang ke lokasi ujian sesuai tujuan mereka melamar CPNS.
Di Jatim, tercatat 4.778 peserta yang berhak mengikuti SKB. Kendati hanya 4.658 yang melakukan menentukan lokasi, 120 peserta lainnya tetap bisa mengikuti ujian. “Sesuai keputusan Panselnas, peserta yang tidak menentukan lokasi SKB tetap bisa mengikuti tes,” tutur dia.
Mantan Kepala Biro Organisasi Setdaprov Jatim ini menjelaskan, bagi peserta yang tidak menentukan lokasi, akan ditentukan secara otomatis sesuai dengan lokasi SKD sesuai pelaksanaan SKB di masing-masing instansi. Untuk Pemprov Jatim, pelaksanaan SKB akan dilakukan di Kantor Regional II BKN Wilayah Surabaya.
Untuk diketahui, jadwal SKB telah ditetapkan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) melalui surat edaran Nomor B/611/M.SM.0100/2020. Dalam edaran tersebut dijelaskan tiga hal terkait SKB antara lain, SKB dilaksanakan dengan metode Computer Assisted Test (CAT) pada September – Oktober. SKB tambahan diatur oleh kementerian / lembaga dan pemerintah daerah juga pada kurun waktu September – Oktober. Ketiga, pengumuman dilakukan pada akhir Oktober 2020.
Nurcholis mengungkapkan, pelaksanaan SKB mengunakan protokol Covid-19. Karena itu, membutuhkan waktu yang lebih lama. Sebab, dalam sehari tes hanya bisa digelar untuk 100 orang kali tiga gelombang, atau tiga ratus per hari. “Makanya dibuat waktu agak panjang mulai September – Oktober. Lama karena kapasitas tempatnya cuma sedikit,” pungkas dia. [tam]

Tags: