Tak Hanya Tanam, Mangove Miliki Nilai Ekonomis

Pemprov Jatim, Bhirawa
Penanaman mangrove di pesisir utara dan selatan Provinsi Jawa Timur yang dilangsungkan Taruna Siaga Bencana (Tagana) dalam mensukseskan Tagana Menjaga Alam, tetap harus disupport masyarakat sekitar. Karena mangrove tak hanya sekedar ditanam, melainkan memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat sekitar

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Sosial Provinsi Jawa Timur, Dr H Alwi MHum melalui Kepala Bidang Kebencanaan, Mochammad Anas. Menurutnya, keberadaan hutan mangrove di kawasan pesisir laut cukup efektif untuk menghadang atau setidaknya meredam gelombang laut seperti tsunami.

Sebab dengan akar tunjangnya yang tumbuh rapat dan melebar, mangrove akan bekerja seperti jaring. Beberapa penelitian menyebutkan, keberadaan mangrove diperkirakan dapat mengurangi ketinggian tsunami hingga 50 persen.

“Untuk itu lah aksi-aksi penanaman bibit mangrove di kawasan pesisir pantai harus terus digalakkan,” katanya didampingi pembina Tagana Provinsi Jatim, Alex Kusnanto, kemarin.

Anas mengatakan, selain berguna untuk meredam tsunami, tanaman mangrove juga memiliki dampak ekonomis yang tinggi bagi nelayan karena menjadi habitat ikan-ikan dan hewan laut lainnya.

Kembali ia mengharapkan, masyarakat sekitar tetap bisa turut berpartisipasi dalam memelihara tanaman mangrove yang sudah ditanam tersebut, diantaranya penanaman mangrove yang sudah dilakukan di Kabupaten Banyuwangi dan di Kabupaten Pacitan.

“Nantinya, akan kami evaluasi perkembangan hasil dari penanaman mangrove tersebut,” ujar Anas.

Ia juga menyampaikan, penanaman mangrove untuk di pesisir selatan di wilayah Jawa Timur dipersiapkan sebagai bentuk respon kemungkinan adanya megatrush, sedangkan di pesisir utama dimanfaatkan untuk menghalangi rob dari laut.

Sekedar diketahui, Tagana Jatim sukses mencapai target penanaman sejuta pohon yang dicanangkan dalam rangka hari ulang tahun (HUT) Tagana ke-17. Keberhasilan ini mendapat apresiasi dari Kemensos RI.

Apresiasi tersebut disampaikan Kasubdit Kesiapsiagaan dan Mitigasi Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Iyan Kusmadiana saat puncak peringatan HUT Tagana ke-17 Provinsi Jatim di pantai Pancer Door, Pacitan, Sabtu (20/3/2021).

“Jatim punya target satu juta pohon, ternyata mampu menanam sebanyak 1,4 juta pohon. Ini belum berhenti karena Tagana daerah-daerah masih melakukan penanaman, seperti di Kab. Jember dan Kab. Probolinggo pada 25 dan 26 Maret mendatang,” ujar Iyan.

Pada Kamis (25/3), penanaman mangrove yang dilakukan Tagana yang berlokasi di Pantai Permata, Kelurahan Pilang, Kecamatan Kademangan, Kora Probolinggo. Ada beberapa agenda yang dilakukan di Pantai Permata.

Selain pencanangan penanaman mangrove juga diikuti dengan penyerahan simbolis peralatan shelter untuk Tagana Kota Probolinggo, dan penyerahan simbolis bantuan sembako untuk eks korban bencana. [rac]

Tags: