Tak Kuorum Rapat Banmus Batal

Gresik, Bhirawa
Rapat Badan Musyawarah ( Banmus ) DPRD Gresik, Senin ( 1/4 ) batal digelar sebab tak kuorum. Karena anggota dewan malas berkantor dan diduga masih sibuk berkampanye. Untuk pendulangan suara pada pelaksanaan Pemilu Pegislatif (Pileg ) pada 9 April mendatang yang tinggal delapan hari lagi.
Padahal rapat Banmus nantinya untuk menjadwal tentang pelaporan pertanggungjawaban kinerja Bupati Gresik, Sambari Halim Radianto. Dan agenda tindak lanjut Pansus KKB, serta jadwal agenda bulanan menjadi tak jelas, sebab dari 25 anggota Banmus yang handir hanya 13 orang. Hingga waktu yang di tentukan meski sempat molor hingga tiga jam lebih akhirnya di tunda Kamis (3/4) besok.
Menurut Hj Aliyatul Halimah SAg dari Partai Keadilan Nadlatul Ulama (PKNU), dirinya saya sudah menunggu sejak jam 10.00  WIB sesuai dengan undangan rapat Banmus. Tapi sampai jam 13.30 WIB tak juga kuorum. Akhirnya semua sepakat untuk di tunda besok.
Hal senada juga dikatakan Wakil Ketua DPRD Gresik, Susiyanto, tidak kuorumnya rapat Banmus karena jumlah peserta anggota dewan kurang satu orang. Dari anggota dewan Banmus yang datang hanya berjumlah 13 orang, padahal untuk mencapai kuorum membutuhkan 14 anggota Banmus. Dari keseluruhan anggota Banmus yang berjumlah 25 orang, untuk mencapai Kuorumnya 50+1 itu 14 orang.
Ketidakhadiran wakil rakyat ini ditengarai karena mereka sedang sibuk kampanye pengalangan suara. Seharusnya mereka bisa membedakan antara pekerjaan dan kepentingan pribadi. Dan seharusnya urusan tugas kantor harus didahulukan, tapi nyatanya malah sibuk sendiri. Sehingga rapat Banmus yang menjadwal agenda dewan untuk kegiatan satu bulan jadi terbengkelai.
Sehingga rapat Banmus untuk membahas LKPj ditunda Rabu (hari ini, red) dan gagalnya rapat Banmus pada hari ini semoga tak terjadi lagi hari ini. ”Dan saya berharap seluruh anggota Banmus bisa datang, sehingga jadwal agenda kerja untuk satu bulan kedepan ada. Meskipun kini masih dalam masa kampanye tapi tetap kami berharap anggota Banmus bisa datang, dan bisa membedakan antara kewajiban bekerja daripada kepentingan pribadinya,” jelasnya. [kim]

Rate this article!
Tags: