Tak Lena Bencana Iklim

KarikaturBENCANA dampak musim hujan, telah datang. Tak pilih tempat, bisa terjadi  dimanapun di desa maupun di kota. Tetapi sesungguhnya, bencana tidak pernah datang tiba-tiba. Selalu ada semacam early warning alamiah, berupa gejala bencana. Sehingga semestinya seluruh masyarakat (terutama Pemerintah Daerah Propinsi serta Pemkab dan Pemkot) mewaspadai kondisi lingkungan. Diperlukan ekstra kesiagaan menghadapi bencana banjir, badai, dan tanah longsor.
Bencana sudah terjadi, mengiringi musim hujan (Desember) tahun ini. Seorang siswi meninggal dunia tertimpa pohon tumbang (akibat puting beliung yang menyertai hujan) di mall, di tengah kota Surabaya. Di berbagai daerah di Jawa Timur longsor sudah terjadi. Malang, Trenggalek dan Jember, merupakan daerah paling rawan longsor. Tak kalah rawan dibanding kawasan di Banjarnegara (Jawa Tengah).
Berdasarkan mapping bencana seluruh daerah di Jawa Timur (38 kabupaten dan kota) tanpa terkecuali tercatat rawan terhadap bencana banjir. Sedangkan badai menempati urutan kedua, bisa mengancam 31 kabupaten dan kota. Ketika musim badai, perekonomian yang diusahakan oleh nelayan lumpuh total. Bahkan sering mengakibatkan korban jiwa.
Badai, terutama mesti diwaspadai pada kawasan pantai laut selatan, mulai dari Muncar (di Banyuwangi) sampai sampai pantai Klayar (di Pacitan). Begitu pula kawasan selatan dan timur Madura, serta pantai utara tapal kuda (Situbondo, Probolinggo dan Pasuruan). Poros perekonomian selat Madura (tapal kuda dengan Madura) sering lengang. Jalur pelayaran Banyuwangi ke kawasan kepulauan Sumenep juga terhenti. Daerah-daerah Kangean, Sapeken dan Raas, bisa terisolasi.
Selain itu, bencana tanah longsor juga mengancam di 20 kabupaten/kota. Di Jember, tanah longsor sudah pernah terjadi pada tahun 2006. Musibah bencana yang terjadi pada awal tahun itu terasa pedih karena terdapat korban jiwa sebanyak 77 orang. Sepuluh ribu jiwa kehilangan tempat tinggal, karena tersapu air bah bercampur lumpur dari arah puncak perbuktian.
Longsor Jember (2 Januari 2006) menimpa 5 kecamatan, terparah terjadi di kecamatan Panti (71 orang meninggal). Kerugian lainnya, 370 hektar lahan pertanian rusak tertimbun lumpur, 11 bendungan dan 20 km saluran irigasi rusak, Diperlukan waktu beberapa pekan untuk merehabilitasi lingkungan, terutama areal persawahan. Kerugian material ditaksir mecapai Rp 60 milyar.
Berdasarkan UU Nomor 24 tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana, telah diamanatkan hak dan kewajiban pemerintah. Pada pasal 26 ayat (1) huruf b, dituliskan bahwa setiap orang berhak: “mendapat kanpendidikan, pelatihan, dan ketrampilan dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana.” Bahkan pentingnya pendidikan dan latihan kebencanaan diulang lagi pada pasal 35. Didalamnya juga di-amanat-kan penegakan regulasi tentang rencana tata-ruang (RTRW).
Karena itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Propinsi dan kabupaten dan kota, seyogianya telah siaga. Terutama me-masif-kan pengetahuan dan pelatihan masyarakat pada kebencanaan. Juga diperlukan penyediaan tim resque serta dana on call yang memadai dan tidak terkendala administrasi ke-birokrasi-an. Masyarakat juga harus memulai menjaga lingkungan, tidak menempati bantaran sungai dan tidak membuang sampah sembarangan.
Bencana, sebenarnya lebih banyak disebabkan ke-tidak patut-an daya dukung lingkungan. Juga karena Pemda tidak kukuh menegakkan RTRW. Tetapi yang lebih memperihatinkan adalah memanfaatkan korban bencana untuk kepentingan kelompok politik tertentu (dengan memajang bendera parpol). Banyak parpol lebih dulu mencari wartawan agar bantuan disiarkan atau ditulis di Koran. Padahal bantuannya tak seberapa.
Lokasi bencana tak jarang menjadi arena kampanye parpol. Banyak bendera (dan spanduk) parpol bertebaran. Juga posko bantuan bencana berlambang simbol parpol. Kelakuan parpol sungguh nista. Namun yang lebih menyakitkan adalah, manakala bantuan berupa logistik  yang dibutuhkan terhambat urusan birokrasi, atau bahkan dikorupsi oleh premanisme “panitia.”

                                                                ———— 000 ———–

Rate this article!
Tak Lena Bencana Iklim,5 / 5 ( 1votes )
Tags: