Tak Perlu Khawatir Hewan Kurban Tularkan Covid-19

Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga, Prof Dr Suwarno drh MSi.

Panitia Kurban Harus Taati Protokol Kesehatan Saat Penyembelihan Kurban
Surabaya, Bhirawa
Dosen Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, Prof Dr Suwarno drh MSi menegaskan, resiko penularan Virus Corona atau Covid 19 melalui hewan qurban sangat kecil. Hal ini dikatakan menanggapi kecemasan masyarakat terhadap penularan Covid 19 melalui hewan qurban pada Ibadah Qurban pada Hari Raya Idul Adha 1441 H yang bertepatan dengan tahun 2020 Masehi ini.
Menurut Prof Suwarno, resiko penularan Covid 19 melalui hewan sangat kecil. Hewan tidak beresiko tertular atau menularkan Virus Corona dari orang yang terinfeksi Virus Corona. Sebab yang berbahaya justru penularan dari orang yang tertular Virus Corona.
“Kemungkinan hewan menularkan Covid sangat kecil. Tetapi justru yang berbahaya adalah penularan dari orang yang terkena Covid 19,” terang Prof Suwarno, dalam acara yang diikuti lebih dari 160 takmir dari berbagai kota di Indonesia itu dalam acara Pengabdian Masyarakat Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Unair yang bertajuk Pelatihan Pembuatan Disinfektan Untuk Menetralkan Pencemaran Coronavirus Pada Pemotongan Hewan Qurban 1441 H Bagi Pra Takmir Se-Kota Surabaya.
Prof Suwarno menjelaskan, pada dasarnya struktur sel hewan tidak cocok dengan reseptor Virus Corona. Sebab, sel pada manusia cocok dengan reseptor Covid 19, namun pada hewan berbeda. Sehingga yang menyebabkan Covid 19 tidak dapat menular ke hewan.
“Hewan kurban tidak memungkinkan menjadi perantara penularan Covid 19. Tapi yang perlu diwaspadai adalah penularan dari manusia ke manusia. Maka pelaksanaan kurban harus menerapkan prokotol kesehatan,” papar dia.
Maka dari itu, ia menyarankan agar masyarakat yang terlibat dalam pelaksanaan hewan kurban untuk menggunakan APD dan menerapkan protokol kesehatan. ”Panitia qurban harus benar – benar selektif dalam pelaksanaan penyembelian hewan qurban tahun ini,” tegasnya.
Hal yang sama dikatakan Ketua Departemen Klinik Veteriner FKH Unair, Prof Dr Wiwik Misaco Yuniarti, drh MKes yang menambahkan, hingga kini tidak ada bukti ilmiah bahwa hewan menjadi sumber infeksi Covid 19 pada manusia. Meski tak memiliki resiko menularkan Covid19, Wiwik menegaskan, agar pelaksanaan qurban kali ini harus tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi penjual, pemotong, dan pemroses hewan qurban serta pendistribusi daging.
“Segala hal mulai dari limbah, proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengantaran harus diperlakukan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksaannya kali ini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata Prof Wiwik.
Menurut Prof Wiwik, pada intinya hal – hal yang harus diperhatikan adalah selalu melakukan physical distancing dan personal hygiene. Selain itu, panitia kurban wajib menerapkan higiene dan sanitasi di tempat penjualan maupun di tempat pemotongan hewan kurban, serta melakukan pemeriksaan kesehatan awal, seperti cek suhu kepada setiap panitia.
“Marilah kita bersama – sama mentaati semua peraturan yang ada, agar kita dapat melakukan aktivitas Idul Adha dengan tenang, khitmad, dan aman,” pungkasnya. [ina]

Tags: