Tak Perlu Vaksin, Gubernur Bisa Jadi Donatur Plasma Darah

Khofifah Indar Parawansa

Pemprov Jatim, Bhirawa.
Rencana Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi orang pertama yang akan divaksin di Jatim tampaknya tidak akan terjadi. Sebab, Gubernur Khofifah saat ini telah terpapar virus Covid-19 sehingga secara alamiah telah muncul kekebalan dalam dirinya. Sebaliknya, Gubernur Khofifah justru bisa menjadi donator plasma darah yang dapat digunakan untuk terapi bagi pasien Covid-19 lainnya.
Direktur Utama RSUD dr Soetomo Joni Wahyuhadi menuturkan, saat ini Gubernur Khofifah dalam kondisi sehat dan terus dilakukan monitoring oleh tenaga kesehatan. Terkait rencana vaksinasi yang sebelumnya akan dilakukan Gubernur Khofifah disebutnya tidak perlu lagi dilakukan. Karena vaksinasi bertujuan untuk menimbulkan antibodi, dan antibodi tersebut timbul jika orang sudah masuk kuman virus. Sementara jika seseorang sudah kemasukan kuman virus sudah muncul antibodi secara alami.
“Yang enak itu memang kemasukan virus, tidak sakit, tidak ada gejala apa-apa, seminggu sudah membaik kemudian timbul antibodi. Banyak yang seperti itu, dan itu jadi natural vaksin,” jelas dr Joni saat ditemui di Kantor Gubernur Jatim Jalan Pahlawan 110, Surabaya, Selasa (5/1). Sebaliknya, lanjut Joni, Gubernur Khofifah bisa menjadi donatur plasma darah yang akan bermanfaat bagi pasien lainnya.
Disinggung terkait rencana swab kedua Gubernur Khofifah, dr Joni belum bisa memastikan kapan dilakukan. “Nanti saya matur ibu dulu,” jelas dia.
Diberitakan sebelumnya, Gubernur Khofifah menyatakan siap menjadi orang pertama di Jatim yang disuntikkan vaksin Covid-19. Keputusan ini diambilnya untuk meyakinkan masyarakat bahwa vaksin yang digunakan halal dan aman.
Khofifah meyakini tidak sedikit masyarakat yang masih ragu untuk divaksin. Maka dari itu, Ia berharap keputusannya bisa membuat masyarakat Jatim semakin yakin dan percaya jika vaksin yang disuntikkan aman. Khofifah berharap, kehadiran vaksin ini mampu membawa Jawa Timur dan Indonesia umumnya lepas dari pandemi Covid-19. Dengan begitu, roda perekonomian, pendidikan, pemerintahan, peribadatan , sosial dan sebagainya bisa berjalan kembali normal seperti sedia kala.
Distribusi vaksin covid-19 tahap pertama tahun 2021 sendiri sudah tiba di Jatim sejak, Senin (4/1). Total sebanyak 77.760 vaksin covid-19 yang tiba dan rencananya akan diprioritaskan terlebih dahulu bagi tenaga kesehatan. Jika satu orang harus divaksin dua kali maka untuk tahap pertama hanya cukup diperuntukkan bagi 38.880 orang.
Sementara itu, Wakil Gubernur Jatim Emil Elestianto Dardak menuturkan, Jatim sesungguhnya telah disiapkan untuk menyimpan 300 ribu dosis vaksin. Gudang Penyimbangan di Dinkes Jatim bahkan bisa menampung sampai 800 ribu dosis vaksin. “Tapi ternyata yang datang baru 77 ribu dulu untuk tahap pertama ini. Presiden juga menyampaikan, bahwa dari total tiga juta vaksin yang datang baru 700 ribu yang didistribusikan dan nanti akan dilanjutkan lagi,” tutur Emil.
Satu hal yang juga akan dipastikan lagi adalah terkait penggunaan vaksin ini langsung dihabiskan pada dosis pertama pemberian. Atau akan disisakan untuk dosis kedua pada penerima yang sama dari stok yang sudah ada saat ini.
Kalau dosis pertama kan 77 ribu. Kalau ini dua dosis artinya yang menerima 38 ribu lebih. “Ibu gubernur juga sedang menanyakan, kita sedang pastikan ulang. Karena satu dosis itu belum sesungguhnya belum memenuhi seluruh kebutuhan SDM kesehatan kita,” jelas dia.
Setelah divaksinasi, lanjut Emil, orang akan diobservasi dulu. Nah sirkulasinya itu harus dipastikan mungkin ada faskes yang belum tentu memenuhi. “Sekarang ada 2.404 vaksinator dan sedang ditambah. Ini akan terus ditingkatkan. Pemkab dan pemko juag sudah mengajukan via provinsi untuk pusat,” pungkas Emil. [tam]

Tags: