Tak Punya OPD Linier dengan Pemerintah Pusat

Pecinta olah raga asal Situbondo berharap pembangunan GOR representatif pembangunnya direalisasikan pemerintah. [sawawi]

GOR Bernilai Rp3 M Batal Dibangun di Situbondo
Situbondo, Bhirawa
Harapan dan keinginan masyarakat Kota Santri Situbondo untuk segera memiliki sebuah Gedung Olahraga (GOR) yang lengkap, representatif dan canggih hanya tinggal cerita. Pasalnya, Pemerintah pusat yang akan membangun GOR di Kabupaten Situbondo akhirnya membatalkan pembangunan.
Padahal pembangunan GOR ini akan dilaksanakan mulai tahun 2020 ini, untuk menunjang pelaksanaan Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) Jawa Timur di Situbondo.
Informasi yang didapat Bhirawa, awalnya pembangunan proyek GOR akan dilaksanakan di tanah milik pemerintah di Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, yang sebelumnya sempat diproyeksikan menjadi terminal namun gagal. Pemerintah juga sempat melirik sebuah lahan luas yang berdekatan dengan TPA Desa Sliwung untuk dijadikan pembangunan GOR. Namun upaya kedua ini juga tak ada kejelasan.
Wakil Ketua Komisi I DPRD Situbondo, Janur Sastra Ananda menegaskan, Kementerian Pemuda dan Olah Raga tak bisa mencairkan dana bantuan pembangunan GOR, karena di Situbondo tidak memiliki Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang linier dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga. Apalagi, bidang olah raga meski sudah ada di Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga, namun hal itu dinilai tidak linier. Sehingga Situbondo tak bisa mendapatkan bantuan dari Kementerian Pemuda dan Olah Raga.
“Kini Komisi I DPRD Situbondo meminta Pemkab Situbondo segera melakukan revisi terhadap Perda Struktur Organisasi dan Tata Kerja (SOTK) Organisasi Perangkat Daerah. Jika tidak dilakukan revisi maka Pemkab Situbondo kesulitan mendapatkan bantuan di bidang olah raga.
Janur menambahkan, sesuai dengan rencana semua besaran bantuan pembangunan GOR dianggarkan senilai Rp3 miliar yang akan dilaksanakan tahun 2020 ini. ”Rencananya akan dibangun di atas tanah milik pemerintah di Desa Kilensari,” tuturnya.
Dengan batalnya pembangunan GOR itu, lanjut Janur, diharapkan kedepan tak sampai mengganggu pelaksanaan Porprov Jatim 2020 di Kabupaten Situbondo. Karena, ada beberapa event olah raga akan berlangsung di berbagai titik di Kabupaten Situbondo. ”Kami tetap berharap rencana itu bisa terwujud dengan melakukan revisi terhadap perda SOTK,” pungkas Janur. [awi]

Tags: