Tak Tahu Jenazah Positif Covid-19, Puluhan Pelayat Terindakasi ODR

Kapolres Batu, AKBP Harviadhi Agung Prathama saat menggali informasi terkait ODR di Desa Sumberejo yang sempat simpang siur dan membingungkan warga.

Kota Batu, Bhirawa
Puluhan warga Dusun Santrean, Desa Sumberejo Kota Batu terindikasi menjadi orang dalam resiko (ODR) virus corona covid-19. Hal ini terjadi setelah puluhan orang ini melakukan takziyah kepada kerabatnya di Kecamatan Pujon, Kabupaten Malang yang meninggal dunia. Namun setelah proses pemakaman dilakukan pihak keluarga, baru diketahui jika hasil swab menunjukkan bahwa jenazah positif covid-19.
Diketahui, almarhum adalah pasien indikasi corona titipan Kabupaten Malang yang di rawat di RS Karsa Husada Kota Batu. Pada swap test pertama yang dilakukan menunjukkan bahwa hasilnya negatif covid-19.
Didasarkan hasil ini kemudian pasien dibawa pulang oleh keluarganya ke Pujon. Namun sebelum pulang juga dilakukan tes swab kedua. Hanya saja saat dibawa pulang hasil dari tes swab ini belum keluar.
Ketika sudah berada di rumah, kondisi pasien ini memburuk hingga akhirnya meninggal duna. Namun saat itu pihak keluarga meninggal dunia akibat sakit dan bukan akibat virus corona.
Hal ini didasari bahwa dua hari sebelum meninggal, hasil swab pertama menunjukkan pasien negatif covid-19 karenanya, pihak keluarga dan para petakziyah/ pelayat memberlakukan jenazah layaknya jenazah yang tidak konfirm Covid-19.
“Dua hari setelah meninggal hasil swap test di nyatakan positif. Sementara para pelayat dari pihak keluarga yang tinggal di Dusun Santrean, Desa Sumberejo baru tahu kalau almarhum positif corona pada Selasa, (28/4),”ujar Wakil Ketua DPRD Kota Batu, Nurrochman yang juga warga Desa Sumberejo, Rabu (29/4).
Dengan adanya fakta baru yang menunjukkan pasien ybs positif covid-19 maka Satgas Covid-19 Batu langsung bergerak cepat. Mereka melakukan tracing dan screening serta rapid test terhadap warga Sumberejo yang telah melakukan takziyah ke rumah duka.
“Jenazah konfirm covid-19 ini memang tinggal di Pujon, namun tiga saudaranya beserta keluarganya tinggal di Dusun Santrean Desa Sumberejo. Anak-anak dari almarhum juga ada yang tinggal di Kota Batu,”ujar sumber yang tak ingin namanya dipublikasikan.
Kepada saudara, ana-anak, dan kerabat almarhum di Sumberejo inilah dilakukan screening dan rapid test. Ada sekitar 50 orang yang menjalani screening. Namun hingga berita ini ditulis, Satgas Covid-19 belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait hasil screening tersebut. Selain itu juga belum ada status yang di tetapkan utk wilayah Desa Sumberejo.
“Mohon di inventarisir dulu pertanyaan terkait covid-19 di Kota Batu dari rekan- rekan jurnalis, nanti akan saya berikan tanggapannya,” ujar Jubir Satgas Covid-19,M.Chori saat berusaha dikonfirmasi. [nas]

Tags: