Tampilkan Kesenian Langka Wayang Wong

28-bumi-magetiKawal, Cintai, dan Hargai Kebudayaan Sendiri
Pemprov, Bhirawa
Wayang Wong atau Wayang Orang merupakan kesenian langka, biasanya penggemarnya tidak begitu banyak. Tapi ditangan garapan seniman asal Magetan, menjadikan wayang menjadi sebuah ketertarikan hiburan dan sekaligus mengobati rasa kangen bagi penggemarnya.
Dalam Gelar Seni Budaya Daerah (GSBD) 2014, Kabupaten Magetan menampilkan pagelaran wayang orang dengan lakon ‘Asmara Dahana’ di Pendapa UPTD Taman Budaya Jatim berlangsung dengan meriah dan ramai.
Wayang wong ini menceritakan seputar Raja Rahwana mempunyai nafsu angkara dan laku durjana dalam bernafsu memperistri Shinta, akhirnya menerima akibat kehancuran dirinya, keluarga bahkan rakyat dan negerinya.
Penggarapan Wayang Wong ini dimainkan para seniman dengan cukup apik dan tidak terlalu membuat bosan penonton yang melihatnya. Mulai dari gerak lembut dari Shinta, sampai tiba goro-goro yang membuat gelak tawa penonton.
Di hari sebelumnya, Jumat (25/4), kegiatan juga diisi dengan seni pertunjukan fragmen ‘Madu Retno’, berkisah seorang wedana bernama Pangeran Rangga Prawiradirja III yang beristrikan putri keturunan Sri Sultan Hamengku Buwono II, Kanjeng Ratu Madu Retno.
Sayang pada usia muda, Kanjeng Ratu Madu Retno menghadap yang maha kuasa, dan ditengah kedukaan itu datang pula tentara kompeni Belanda hendak menguasai Maospati. Terjadilah pertempuran dahsyat di bumi Maospati.
Selain ada itu dalam pagelaran seni budaya asal Magetan juga menampilkan kesenian Tongkling, Tari Gondang Kasih yang merupakan gambaran dua sisi berbeda, merah dan putih, yang saling memberi warna dan kekuatan. Gerak tari ini dipersembahkan sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih. Pemkab Magetan juga menyajikan campursari Magetan, sajian lagu daerah “Telaga Sarangan” dan tari Retno Wulandari.
Tak Lupa, selama GSBD berlangsung, Pemkab Magetan juga menggelar pameran kerajinan, produk unggulan ekonomi kreatif seperti alat bedug masjid, \potensi pariwisata Magetan, hingga bazaar kuliner seperti sate kelinci. Hasil transaksi ekonomi kreatif pada GSBD kali ini mencapai Rp40 Jutaan.
Dalam GSBD kali ini, Pemprov Jatim melalui Asisten III Setdaprov Jatim, Asyhar mengimbau agar seluruh lapisan masyarakat tetap  mengkawal, mencintai, dan menghargai kebudayan sendiri. Apalagi ke depan, arus globalisasi semakin deras dan bisa menggerus seni budaya lokal.
“Kabupaten Magetan selain terdapat seni dan budaya tersendiri, namun dikenal potensi panorama alam memukau, apalagi juga dikenal sentra UMKM-nya seperti kerajinan tas sandal kulit. Hal ini tentunya harus lebih dikembangkan lagi,” kata Asyhar, Jumat (25/4).
Sementara, Wakil Bupati Magetan, Samsi mengucapkan terimakasih pad Pemprov Jatim diberikan kesempatan untuk mempromosikan potensi dari Pemkab Magetan dari sisi seni budaya dan pariwisata.
“Di Magetan, terdapat Gunung Lawu dan legendanya dan telaga Sarangan. Selain itu, kami menampilkan wayang orang yang kini sudah mulai punah dan berupaya melestarikannya,” katanya.
Sedangkan, Kadisbudpar Jatim, Dr H Jarianto MSi mengatakan, GSBD selama dua hari ini diharapkan dapat bermanfaat bagi para pelaku kesenian dan pariwisata dengan kalangan pengusaha, akademisi maupun masyarakat umum. “GSBD juga bisa menjadi ajang silaturahmi diantaranya masyarakat Magetan yang ada di Surabaya dan begitupula sebaliknya,” katanya.
Sementara Kepala UPTD Taman Budaya Jatim, Sukatno SSn mengatakan, tarian di aspek peraga perlu ditingkatkan dan kualitasnya perlu dilatih. Sedangkan fragmen yang dibawakan bagus mengekspresikan peran yang dibawakan. “Begitupula wayang wong sudah cukup bagus dan menghibur penonton,” katanya.
Ia mengharapkan, di tahun mendatang perlu kesiapan dari Kabupaten Magetan untuk tampil di GSBD terutama pameran produk ekonomi kreatifnya. “Kalau bisa produk yang dibawa agar lebih banyak lagi,” tambahnya.
Dalam pagelaran wayang wong, mantan Sekdaprov Jatim, Dr H Rasiyo berkesempatan mampir menonton pertunjukkan tersebut. “Biasanya wayang wong kurang begitu menarik. Tapi, setelah melihat wayang wong yang ditampilkan Kabupaten Magetan,  kini sudah sangat bagus pengemasannya dan paduan campursari yang lagi in saat ini,” akunya. [rac]

Rate this article!
Tags: