Tanah Digunakan Jalan Tol Malang-Kepanjen, Diprediksi Dijual Harga Tinggi

Tanah milik warga Kec Pakisaji, Kab Malang yang akan terkena pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen. [cahyono/Bhirawa]

Kab Malang, Bhirawa
Rencana akan dibangunnya Jalan Tol Malang-Kepanjen, hal ini telah membuat pemilik tanah diprediksi akan menjual tanahnya dengan harga tinggi, terutama di exit tol atau pintu keluar tol.  Sehingga hal tersebut juga akan menjadi persoalan baru bagi pemerintah. Sedangkan jalan tol itu akan melewati empat kecamatan di wilayah Malang Selatan.

Kepala Dinas Pertanahan Kabupaten Malang Abdul Kodir, Selasa (16/3), kepada wartawan mengatakan, rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen, nantinya akan melewati empat kecamatan, yakni Pakisaji, Bululawang, Gondanglegi, dan Kepanjen. “Dan jika sesuai dengan gambar, maka masyarakat pemilik lahan yang akan menjadi jalur Tol Malang-Kepanjen, kita perkirakan akan menjual tanahnya dengan harga tinggi,” ujarnya.  

Prediksi akan tingginya harga tanah di jalur tol tersebut, masih dia katakan, otomatis akan kita sikapi prediksi tersebut. Sehingga untuk pembebasan tanah itu, pihaknya akan menyertakan tim ahli untuk melakukan kajian. Artinya, untuk harga tanah ada tim menilai sendiri, sehingga tim ahli inilah yang akan menafsir harga tanah yang akan dibagun Jalan Tol Malang-Kepanjen. Sedangkan pembangunan jalan tol tersebut, tentunya akan membangkitkan ekonomi di wilayah Malang Selatan.

Selain itu, lanjut Kodir, jalan tol tersebut juga nantinya mendukung pariwisata di wilayah Malang Selatan, sehingga akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi masyarakat di Malang Selatan. Hal itu juga diharapakan akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan dibangunnya jalan tol itu, “Mengingat, Jalan Tol Malang-Kepanjen juga merupakan pendukung Jalan Lingkar Selatan (JLS), yang kini dalam tahap penyelesaian,” paparnya.

Sebab, jelas dia, JLS dibangun sepanjang pesisir pantai Malang Selatan, yang mana kini menjadi kawasan wisata pantai. Sehingga jalan tol itu, nantinya tidak hanya mempercepat wisatawan menuju pantai di Malang Selatan saja, tapi hasil pertanian, perkebunan, dan perikanan yang dihasilkan warga Malang Selatan akan lebih cepat dalam menjual hasil produksinya. Dan itu, yang akan meningkatkan perekonomian masyarakat, serta meningkatkan pertumbuhan ekonomi desa.

“Jalan Tol Malang-Kepanjen menyambung JLS, maka semua sektor akan bergerak lebih cepat, karena mudah dijangkau. Sehingga masyarakat juga harus membantu pemerintah, agar pembangunan jalan tol tersebut segera dibangun,” tandas Kodir.

Dengan rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen, hal ini telah mendapatkan dukungan dari Pelaksana Tugas (Plt) Ketua DPRD Kabupaten Malang Shodiqul Amin.

“Kami mendukung program Bupati Malang HM Sanusi terkait tindak lanjut rencana pembangunan Jalan Tol Malang-Kepanjen. Sehingga dirinya meminta kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang untuk segera membahas kelanjutan proyek Jalan Tol Malang-Kepanjen dengan Kementerian terkait,” ujar dia. [cyn]

Tags: