Tangani Dampak Covid 19 Kota Probolinggo Gelar Pasar Murah 2020

Wawali Subri menyerahkan secara simbolis paket sembako di pasar murah Triwung Lor.n [wiwit agus pribadi/bhirawa]

Kota Probolinggo, Bhirawa
Upaya pemerintah daerah kota Probolinggo dalam penanganan dampak Covid 19, terus dilakukan, kali ini melalui Dinas Koperasi, usaha mikro, perindustrian dan perdagangan (DKUPP) menggelar pasar murah tahap kedua dan tahap ke 3 tahun 2020 di kelurahan Triwung Kidul, Kecamatan Kademangan, di buka oleh wakil wali kota Mochammad Soufis Subri, Rabu (4/11).

Kepala DKUPP kota Probolinggo, Fitriawati, mengatakan pasar murah bersubsidi, tahap kedua dan ke 3 ini sebagai kelanjutan pasar muarah tahap 1 pada Juni lalu. Pasar murah diadakan mulai 4 Nopember hingga 24 Nopember 2020 dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan Covid-19.

Protokol kesehatan yang dimaksud meliputi, setiap pembeli dicek suhu tubuh dengan menggunakan thermo gun, wajib memakai masker, cuci tangan dengan cairan pembersih tangan, dan pengaturan antrean sehingga tidak menimbulkan kerumunan, ujarnya.

Untuk bisa berbelanja dalam pasar murah bersubsidi, masyarakat diberi kupon yang diserahkan oleh Kasi Perekonomian Kecamatan melalui kelurahan hingga RT/RW.

Warga bisa mendapatkan gula dua kilogram dengan harga Rp 20.000 dan beras lima kilogram dengan harga Rp 50.000, Minyak goreng 2 liter Rp 25.000 sehingga setiap paket bernilai Rp 89.700. Namun karena di subsidi maka warga hanya membelinya dengan harga Rp 50.000,- per paket.

Maksud dan tujuannya penanganan dampak Covid 19, Merupakan wujud kepedulian pemerintah kota Probolinggo dalam rangka menjamin ketersediaan bahan pokok masyarakat kota probolinggo dalam situasi pandemi Covid 19.

”Membantu masyarakat untuk mempermudah mendapatkan bahan pokok dengan harga murah,” katanya. Menjaga kestabilan harga dalam situasi Covid 19, salah satu upaya perekonomian masyarakat kota Probolinggo yang terdampak pandemi Covis 19.

”Penerima manfaat dalam pasar murah yang kami gelar ini sebanyak, 15.000 KK se kota probolinggo yang dibagi dua tahap. Tahap pertama sebanyak 7500 KK, pada 1500 KK di setiap kecamatan, demikian pada tahab ke 3 nantinya. Pelaksanaan selama 10 hari kerja, mulai 4 nopember hingga 17 nopember 2020. Pukul 08.00 hingga pukul 13.30 WIB. Tahap ke tiga mulai 26 Nopember sampai 9 Desember 2020, di seluruh kelurahan kota Probolinggo. Sumber dana menggunakan APBD kota Probolinggo pada pos anggaran DKUPP tahun 2020,” tuturnya.

Wakil Wali kota Probolinggo, Mochammad Soufis Subri mengatakan, pada sulitnya angfgaran di tengah-tengah pandemi Covid 19 ini, kota probolinggo masih fokus dan konsen memberikan bantuan kepada warganya dalam bentuk pasar murah.

Harus di syukuri, karena kita masih mampu berfikir untuk pemberian bantuan ini dan ini memerlukan waktu yang panjang. Karna semua pihak ikut megawasi pelaksanakan pasar murah ini. Jadi kalau ada yang tidak benar akab bermasalah kepada semua pihak. Karena itu momen ini dimanfaatkan betul agar dapat meringankan warga masyarakat dalam penanganan dampak pandemi covid 19.

Adanya jeda penerimaan bantuan berbentuk pasar murah ini, disebabkan panjangnya evaluasi yang kamilakukan, pelaksanaan tahap pertama itu sudah betul apa belum, jika sudah kami lanjutkan jika tidak maka kami perbaiki. Agar tidak terjadi permasalahan di belakang hari, tandasnya.

Jadi tidaklah gampang pelaksanaan pasar murah bersubsidi ini. Apa bila di tahap pertama tidak dapat maka tapah kedua akan dapat dan di tahap ke 3 akan terus bergiliran, karena itulah setiap tahapnya orangnya yang memperoleh bantuan pasti lain.

”Karena itulah pelaksanaan dilakukan dengan sistim kupon. Itu semua dilakukan agar tepat sasaran, kami tegaskan selama ini kepada camat dan lurah yang ada di kota Probolinggo,” tegasnya.

Untuk itulah diupayakan yang tidak beruntung akan dapat lebih dulu, kalau sudah cukup maka bisa membeli di GM maupun di Sinarterang, KDS dan yang lainnya.

”Untuk itulah kalau tidak tahu jangan saling ngomong di metsos. Langsung saja lapor ke pak camat dan pak Lurah. Karena proses ini panjang dan tidak mudah,” paparnya.

Tidak ada cerita di kota probolinggo ini, selama adanya bantuan, apa lagi pada pelaksanaan pasar murah sampai berasnya kapangen, minnyaknya curah, hal itu tidak terjadi. Itu semua kami lakukan agar mayarakat merata merasakan dampaknya.

”Seluruh warga kota Probolinggo yang sesuai syarat-syaratnya maka wajib mendapatkan bantuan,” ungkapnya.

Saya tekankan kepada masyarakat penerima manfaat ini, dengan harga yang murah justru beralih tempat, beras dijual di belikan yang lainnya.

Atau jangan sampai ada orang yang mengepulnya memanfaatkan situasi dan kondisi yang ada. Jika itu terjadi maka akan kami coret dan bantuan apapun tidak kami kasih, berarti tidak perlu bantuan, mari kita syukuri pasar mura ini dan jangan sampai di salah gunakan, tambah wawali Subri. [wap.adv]

Tags: