Tanggap Cepat Penanganan Putusnya Jembatan Kweden

Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat meninjau langsung jembatan di Desa Kweden Kecamatan Ngetos yang putus dan segera memasang jembatan bailey. [ristika/bhirawa]

Pemkab Nganjuk, Bhirawa
Musibah putusnya jembatan di Desa Kweden Kecamatan Ngetos secara langsung ditindaklanjuti oleh Bupati Nganjuk Novi Rahman Hidayat. Supaya jalur ekonomi antara Kecamatan Ngetos, Kecamatan Berbek dan Kecamatan Sawahan, orang nomor satu di Kabupaten Nganjuk menjadwalkan jembatan bailey mulai dipasang hari ini Selasa (16/3) sebagai jembatan darurat.

“Jembatan yang putus di Dusun Kedung Bencah Desa Kweden Kecamatan Ngetos in merupakan jalur ekonomi yang sangat vital bagi lebih kurang 500 kepala keluarga,” ujar Bupati Novi Rahman Hidayat.

Menurut Bupati Novi Rahman, kondisi jembatan Kweden ini sendiri sudah sangat tua sekitar 28 tahun. Dan selama ini memang tidak ada perawatan maupun perbaikan karena memang tidak ada tanda-tanda kerusakan.

Namun demikian, karena meluapnya Sungai Kuncir sejak awal tahun mengakibatkan pondasi sisi barat jembatan tergerus air. “Puncaknya kemarin, saat pondasi jembatan tidak kuat menyangga beban akhirnya pondasi roboh disusul dengan putusnya jembatan. Beruntung tidak ada korban jiwa maupun harta akibat peristiwa tersebut,” kata Bupati Novi Rahman Hidayat.

Terkait dengan pemasangan jembatan bailey, Bupati Novi Rahman mengaku, telah berkoordinasi dengan pihak berwewenang, yaitu Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Provinsi Jawa Timur. Jembatan Bailey biasa digunakan sebagai jembatan darurat yang bersifat sementara dan berkualitas tinggi karena terbentuk dari rangka baja ringan.

Tim pemasangan jembatan bailey yang bertugas telah melakukan pengukuran lebar sungai untuk memproses jembatan bailey yang diprediksi akan selesai dalam 15 hingga 20 hari kedepan. Jembatan bailey ini dinyatakan aman dan memiliki standar internasional.

Proses penanganan putusnya jembatan ini langsung dilakukan, karena ituhadir pula perwakilan BBWS Provinsi Jatim, Dinas PUPR Pemkab Nganjuk, BPBD, camat dan perangkat desa setempat.

Dalam koordinasi dengan pihak-pihak terkait tersebut, bertujuan untuk mencari solusi tercepat sekaligus menghindari terjadinya double anggaran.

Selain melakukan pemasangan jembatan bailey, Bupati Novi Rahman juga berharap pemerintah akan melakukan pengerukan lapisan sedimen Sungai Kuncir.

Karena akibat tingkat sedimen yang tinggi, Sungai Kuncir kerapkali meluap dan menggenangi daerah yang dilaluinya. Diperkirakan kedalaman lapisan sedimen Sungai Kuncir kurang lebih 34 meter, dikarenakan Sungai Kuncir proses terbentuknya termasuk jenis sungai purba. [ris.adv]