Tangguh di Tahun Pandemi, Santri PP Miftahul Ulum Syiarkan Ekonomi Mandiri

Para santri tangguh dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum Kec.Solokuro,Kabupaten Lamongan yang dilatih mandiri dengan berwirausaha.(Alimun Hakim/Bhirawa).

Lamongan,Bhirawa 
Pandemi Covid-19 menjadi tantangan yang harus tetap dihadapi oleh sejumlah Lembaga Pendidikan hususnya Pondok Pesantren untuk tetap menelurkan regenerasi bangsa yang mandiri dan berdaulat. 

Seperti yang dilakukan Pondok Pesantren  Miftahul Ulum,Kec.Solokuro Lamongan yang telah mempersiapkan generasi bangsanya melalui Workhsop Pesantreneur 2020 untuk mendidik supaya para santri nantinya bisa mandiri dengan berwirausaha.

Workshop yang digelar selama dua hari tersebut dihadiri langsung oleh Debuti II Kemenpora Dr KH. M.Asrorun Ni’am Sholeh, mewakili Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali dalam amanatnya menyampaikan, kalau santri selain mengaji, santri harus juga bisa berwirausaha sesuai dengan kemampuan yang dimilikinya,”kata Ni’am di hari akhir Workshop Pesantreuner, Minggu (8/11). 

Menurut Ni’am, berwirausaha itu sejatinya adalah menjadi salah satu karakter santri, karena selama di Pondok santri sudah digembleng dan diajari bagaimana menjadi orang mandiri dan tangguh yang tidak sekedar bermanfaat untuk dirinya, keluarga tapi juga untuk masyarakat.

Berwirausaha juga,masih kata Ni’am, sudah diajarkan oleh Nabi Muhammad SAW. Dimana diusia yang masih belia, Nabi Muhammad sudah berwirausaha dengan bimbingan mentor-mentor yang hebat, yakni pamannya sendiri Kakeknya Abdul Muthalib, pamanya Abu Thalib, dan mentor-mentor usaha lain.

“Diusia 12 tahun, Nabi Muhammad sudah terlibat lawatan bisnis mulai peternakan, ekspedisi, perdagangan dengan kakek dan pamannya. Bahkan diusia 24 tahun nabi panutan ummat ini sudah 18 kali ke luar negeri untuk urusan bisnis ekspor dan import.”terangnya. 

“Nabi Muhammad sudah memberikan contoh dan mengajar kan bagaimana kita bisa mandiri dan berpenghasilan untuk menyambung hidup, salah satunya dengan berwirausaha,” imbuhnya.

Lebih dari itu, dengan berwirausaha diyakini mampu mengurangi hal-hal yang negatif karena urusan ekonomi bisa teratasi.Sebab selama ini, banyaknya pencurian, perampokan, pembegalan motor dan tindak kriminalitas lainya tidak lepas dari problem utamanya karena ekonomi yang kurang.

Kemenpora melalui Deputinya mendorong kepada para santri untuk memulai usaha dengan menciptakan produk yang nantinya bisa dipasarkan ke khalayak umum, apalagi media untuk memasarkan hasil usaha seperti saat ini tidak sulit. “Banyak sekali manfaat yang bisa kita petik ketika kita mau berwirausaha,” pungkas Ni’am.

Senada dengan hal itu, Nursalim konsultan dan pembina Ponpes Miftahul Ulum Solokuro pada kesempatan itu mengatakan, kalau kegiatan ini dirasa cukup tepat, karena situasi pendidikan yang masih belum normal, karena adanya pandemi covid-19, sehingga siswa dan santri dibekali ilmu wirausaha. “Semoga apa yang disampaikan oleh para narasumber dalam pelatihan kewirausahaan ini bisa bermanfaat dan diaktualisasikan langsung oleh para santri,” harapnya.

Pada Pesntreuner kali ini sangat gayeng karena selain narasumber yang dihadirkan dari Debuti II Kemenpora, turut hadir juga narasumber lainya dari kalangan Jurnalis yang tergabung di Persatuan Wartawan Indonesia Cabang Lamongan dari Harian Surabaya Pagi Muhajirin, kemudian Ahmad Darif Dahlawi Ceo La’daina Group, Drs Nur Salim Al Wafa Dekan Syariah Insud Lamongan, dan Ali Mahfud peraih santripreuner award 2017. (aha)

Tags: