Tanggul 700 Meter Gili Ketapang Jebol Diterjang Ombak

Warga Gili Ketapang membuat tanggul darurat dari karung berisi pasir. [wiwit agus pribadi]

Probolinggo, Bhirawa
Cuaca ekstrem yang terjadi belakangan tak hanya menimbulkan banjir. Di pulau Gili Ketapang, Kecamatan Sumberasih, Kabupaten Probolinggo, tanggul penahan ombak sisi utara ambrol setelah diterjang ombak disertai angin kencang. Setidaknya, tanggul sekitar sepanjang 700 meter itu hancur akibat diterjang ombak.
Ombak yang membuat jebol plengsengan terjadi Kamis (28/1) hingga Minggu (31/1) malam. Hari Senin (1/2), tampak warga bergotong-royong membuat tembok penahan ombak dari karung diisi pasir. Kemudian karung pasir itupun ditata sebagai ganti tanggul yang ambrol. Jika tidak, ombak yang datang bisa menghantam jalan dan rumah warga yang ada di sisi utara.
Kepala Desa (Kades) Gili Ketapang Suparyono saat dikonfirmasi, Senin (1/2) mengatakan, plengsengan atau tanggul yang jebol itu terjadi malam hari. Saat kondisi air laut pasang dan angin kencang mengakibatkan ombak tinggi sekitar 1,5 meter menghancurkan tanggul penahan ombak tersebut.
“Plengsengan (tanggul) itu ada di sisi utara sepanjang 1 kilometer. Nah, bagian yang rusak itu dari ujung arat sampai timur, total sekitar sepanjang 700 meter,” katanya.
Pasang laut dan ombak. Jika tidak, ombak akan menghancurkan jalan dan rumah warga sisi utara. Karena, ombak yang kencang itu, bisa menggerus kondisi dasar jalan dan rumah warga.
“Kami berharap, pemerintah daerah kabupaten atau provinsi bisa melakukan perbaikan plengsengan yang jebol tersebut. Supaya, tidak sampai terjadi kerusakan yang lebih parah,” harapnya.
Sementara itu, Kepala BPBD Kabuapaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi mengatakan, pihaknya telah menerima laporan tanggul jebol di pulau Gili Ketapang. Ia sudah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana.
“Kami baru dapat laporannya, petugas kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan assessment untuk melihat potensi-potensi bencana di sana. Karena musim hujan dan angin ini kan memasuki puncaknya saat ini,” ungkapnya.
Tingginya ombak pada malam itu, mengakibatkan air naik hingga ke jalan di area permukiman warga. Sebagian rumah warga terhempas ombak. Namun tidak sampai terjadi kerusakan.
“Cukup tinggi sampai ke jalan. Warga takut jika melintas di jalan sisi Barat dan Utara,” imbuhnya.
Kalaksa BPBD Kabupaten Probolinggo, Anggit Hermanuadi, mengatakan pihaknya telah menerima laporan tanggul jebol dipulau Gili Ketapang. Kami pun telah memerintahkan petugas BPBD ke lokasi untuk melakukan mitigasi bencana.
“Kami baru dapat laporannya. Petugas langsung kami terjunkan ke lokasi untuk melakukan asesmen untuk melihat potensi-potensi bencana disana. Karena musim hujan dan angin memasuki puncaknya saat ini,” terang Anggit.
Kepala KSOP Klas IV Probolinggo, Capt. Subuh Fakkurahman, dikonfirmasi terpisah meminta kepada semua operator kapal penyeberangan tradisional agar memperhatikan cuaca dan melengkapi kapalnya dengan alat keselamatan yang cukup sesuai jumlah pelayar.
“Kami menghimbau kepada para penumpang maupun pengunjung agar memperhatikan cuaca yang tidak bersahabat. Waspadai jika terjadi ombak besar serta angin kencang,” pintanya
Untuk mengantisipasi terjangan ombak susulan, warga pulau Gili Ketapang secara bergotong royong, membuat tanggul sementara dari karung pasir secara swadaya. Agar jika kembali terjadi terjangan ombak, tidak sampai masuk dan menerjang pemukiman warga.
Mengantisipasi cuaca ekstrem di perairan PPP Mayangan Probolinggo, UPT PPP Mayangan, menghimbau terkait pelayaran kepada semua pihak. Himbauan tersebut, tentang waspada bahaya cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan.
Seluruh pihak baik para petugas dilapangan, operator kapal, maupun masyarakat nelayan untuk mewaspadai cuaca ekstrem diperairan Indonesia, utamanya di wilayah PPP Mayangan, lanjut Arif Wahyudi.
Kepala Syahbandar UPT PPP Mayangan Probolinggo, Arif Wahyudi, memperingatkan agar semua pihak mewaspadai adanya cuaca ekstrem dan gelombang tinggi yang masih terjadi disebagian wilayah perairan PPP Mayangan, khususnya dalam beberapa hari ke depan.
“Apabila kondisi cuaca membahayakan keselamatan kapal, agar menunda keberangkatan berlayar sampai kondisi cuaca di sepanjang perairan yang akan dilayari benar-benar aman. Tak kalah penting kami juga menghimbau bagi warga yang suka berendam di wilayah PPP Mayangan agar lebih memperhatikan cuaca seperti ombak besar yang disertai angin kencang, lebih baik berhenti dulu jangan berendam,” pinta Arif Wahyudi.
Menurut Arif Wahyudi, beberapa hari ke depan diperkirakan terjadi cuaca ekstrem dibeberapa perairan laut jawa, dengan tinggi gelombang antara 1.5 meter hingga 3 meter.
Untuk tinggi gelombang antara 2,5 dan 4 meter akan terjadi di Samudera Hindia Barat Aceh, Laut Natuna Utara, Perairan Selatan Jawa Tengah hingga Pulau Lombok, Selatan Bali hingga Selat Lombok Bagian Selatan, perairan Sabang, perairan barat Aceh, perairan barat Pulau Simeleu, Selat Sunda Bagian Utara, Perairan Selatan Kupang hingga Pulau Rote, Perairan Barat Lampung, Perairan Selatan Banten hingga Jawa Barat, Perairan Pulau Sawu, Laut Timor Selatan, NTT.
Pos TNI AL Mayangan, Lettu Laut ( P) Eko Mei, meminta agar seluruh pemilik kapal agar berhati-hati serta terus melakukan pemantauan ulang kondisi cuaca setiap hari serta menyebarluaskan hasil pemantauan dengan cara membagikan kepada para pengguna jasa atau tempat kapal nelayan,” tambahnya. [wap]

Tags: