Tanggul Plalangan Lamongan Langganan Jebol Tiap Musim Hujan Segera Dibangun Permanen

Perbaikan Tanggul Lamongan yang dilakukan BPBD dan Pemkab Lamongan. (alimin hakim/ bhirawa).

Lamongan, Bhirawa.
Menyikapi Tanggul Kali Plalangan yang menjadi langganan jebol disetiap musim hujan dengan intensitas yang tinggi Pemkab Lamongan bersama Balai Besar Wikayah Sungai Bengawan Solo merencanakan untuk pembangunan tanggul permanen.

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Maryadi Utama bahkan telah meninjau secara langsung tepatnya di Desa Tambakploso, Kecamatan Turi. “Rencana ini sudah dikoordinasikan antara BBWS Bengawan Solo bersamq Pemkab Lamongan. Koordinasi tentunya untuk menentukan wilayah kewenangan serta besaran anggaran yang akan dikeluarkan,” ujar Maryadi, Senin (12/2).

Saat ini, Penanganan banjir qkibat jebolnya tanggul Sungai Plalangan di Kabupaten Lamongan sudah dilakukan. Dua titik tanggul yang jebol sudah ditutup dengan mengerahkan alat berat kami (BBWS Bengawan Solo). “Tanggul darurat juga sudah dibuat untuk mengatasi banjir. Kami juga langsung berkoordinasi dengan Pemda dalam penanganannya,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyebut jika Pemerintah Daerah telah melakukan penanganan kedaruratan dan penguatan tanggul yang jebol akibat debit air yang tinggi. “Kami, BPBD Lamongan, PU SDA, dan dinas-dinas terkait telah melakukan penanganan kedaruratan tanggul jebol akibat curah hujan tinggi yang terjadi pada malam sebelumnya, di tiga titik wilayah Kecamatan Turi,” ucap Pak Yes sapaan akrab Bupati Lamongan.

Penanganan darurat tersebut mengerahkan alat berat untuk pengerukan dan pemadatan tanggul dengan material batu gunung (pedel), serta pemasangan bambu di bibir tanggul. Tidak hanya itu, bersama Kepala BBWS Bengawan Solo di Lamongan, Pemkab melakukan pembahasan penanganan banjir di Daerah Aliran Sungai (DAS) Semarmendem. Akibat back water dari Bengawan Solo yang berdampak di 2 (dua) kecamatan yaitu Kecamatan Kedungpring dan Kecamatan Modo meliputi 8 desa dengan luas lahan pertanian yang terdampak 135 Ha.

Penanganan banjir di Bengawan Jero, utamanya perbaikan pintu air di Sluis Kuro yang mengalami kebocoran sehingga mengurangi efektivitas operasional pompa banjir.[aha.yit.ca]

Tags: